Mau Jago Main PUBG Mobile? Simak Tips Kapten Tim EVOS Ini

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten divisi PUBG-Mobile tim EVOS Esports), Herly

    Kapten divisi PUBG-Mobile tim EVOS Esports), Herly "Jeixy" Juliansah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Game bergenre battle royal PlayerUnknowns Battleground Mobile (PUBG Mobile) berhasil meraih popularitas pada 2018. Pemain aktifnya lebih dari 200 juta orang pada Desember 2018. Salah satunya tim EVOS yang berhasil berada di peringkat dua turnamen PUBG-Mobile Indonesia National Championship (PINC) 2018, Oktober 2018 lalu.

    Baca juga: 2019, PUBG akan Rilis 4 Fitur Ini

    Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Nimo TV, Kamis, 10 Januari 2019, Kapten Divisi PUBG Mobile Tim EVOS Esports Herly 'Jeixy' Juliansah menjelaskan tips bermain PUBG Mobile hingga berhasil juara bersama timnya.

    Berikut tips dari Jeixy kepada Nimo TV:

    Baca juga: Diduga Curang, 30.000 Lebih Akun Pemain PUBG Diblokir

    1. Yakin dengan Diri Sendiri
    Pemain yang biasa dipanggil oleh rekan setimnya ‘Mas Je’ ini mengatakan, ada proses yang cukup panjang untuk bisa meningkatkan kemampuan dan menjadi pemain profesional seperti sekarang. "Saya menjalani proses percobaan atau trial di EVOS kira-kira memakan waktu 3-4 bulan, untuk bisa ngebuktiin dan ngeyakinin diri sendiri dan tim, bahwa saya bisa," ujar Jeixy.

    Menurut dia, proses tersebut diperlukan untuk membuat seorang pemain lebih rendah hati. Juga, tidak mempunyai perilaku yang merugikan karena telah melalui tahapan dari bawah sebelum meraih kesuksesan.

    2. Sering Bermain dengan Player yang Lebih Jago
    Jeixy mengatakan, untuk bisa meningkatkan kemampuan bermain di PUBG Mobile dengan cepat, seorang pemain harus banyak bermain dengan pemain lain yang lebih mahir. "Kalau kamu merasa sudah cukup dengan kemampuan sekarang, kamu musti coba main di mode '1 vs Squad'," kata dia.

    Tujuannya adalah untuk menentukan seberapa jauh seorang pemain bisa menjaga dirinya dan bertahan di dalam tekanan ketika bermain sendirian. Gamers juga harus belajar dari pemain yang lebih mahir, dengan begitu skill akan ikut meningkat. "Jangan bermain hanya dalam lingkungan yang itu-itu saja," tutur Jeixy.

    3. KDA Rate Tak Cukup Tentukan Rekan Satu Tim
    Ketika membentuk tim dan merancang strategi, Jeixy menekankan perlunya memilih kriteria pemain melalui berbagai jenis metode. Kebanyakan pemain, dia berujar, umumnya pakai rating KDA (Kill-Death-Assist) untuk menentukan kriteria pemain menjadi rekan setimnya.

    "Tapi bagi saya, rating KDA aja nggak cukup untuk nentuin bagaimana cara dan gaya bermainnya. Ada rating lain yang bisa dipakai, seperti AVG Damage, untuk cari tahu apakah seorang pemain mainnya 'ngendok' (lebih banyak berlindung) atau malah barbar (menembak ke segala arah). Terkadang ada pemain dengan rank 'Conqueror' yang punya AVG Damage hingga 500, tapi mainnya begitu", kata Jeixy.

    Menurut Jeixy, kriteria pemain yang cocok menjadi rekan setimnya adalah yang bisa menyeimbangkan gaya bermain agresif dan defensif. Ketika tim EVOS membuat open recruitment pemain, EVOS bikin custom mode untuk bermain solo. "Dari situ bisa dilihat siapa saja yang jago, karena waktu itu pemain yang ikut rekrutmen rata-rata AVG Damage-nya udah di atas 800. Selain itu, bisa dilihat juga seberapa kuat mentalnya untuk bermain dalam sebuah tim," ujar Jeixy menceritakan proses pemilihan pemain.

    4. Pemilihan Gadget Berpengaruh
    Walaupun game keluaran Tencent Games ini memiliki spesifikasi minimum yang tidak terlalu berat, Jeixy mengakui pemilihan gadget yang mumpuni mempengaruhi performance pemain untuk meningkatkan keahliannya. "Intinya sebenarnya ada di kapasitas FPS atau Frame per Second-nya, antara gadget keluaran iOS dengan Android spek-nya pasti berbeda. Jangan pilih gadget dengan spesifikasi yang level bawah. "Pasti sering lag dan mengganggu performa ketika pertarungan," kata Jeixy.

    5. Komunikasi Penting
    Sebagaimana permainan tim pada umumnya, aspek komunikasi antar-tim menjadi yang utama. Bagi Jeixy, jago menembak itu nomor tiga, komunikasi tetap jadi yang paling penting. "Walaupun pemain jago, kalau selama permainan sering meninggalkan rekan setimnya, yang ada malah rugi," kata dia.

    Selain itu, komunikasi juga berpengaruh kepada strategi atau positioning. Misalkan tim pake taktik defensif, tapi komunikasi jelek, yang ada malah membuat strategi berantakan. "Komunikasi dan aspek kematangan, serta pengalaman pemain sangat berpengaruh terhadap penerjemahan strategi ketika bermain dalam tim," tutur dia.

    6. Pilih Senjata dan Grip yang Nyaman
    Meskipun PUBG Mobile memiliki pilihan senjata yang bervariasi dengan tingkat damage dan recoil yang beragam, Jeixy lebih mementingkan aspek kenyamanan dalam memilih senjata, beserta item pendukung lainnya, seperti grip. "Si Jughead, misalnya, dia lebih nyaman pakai Angled Forehead, walaupun Half Grip atau Vertical Grip lebih bagus," kata Jeixy. Sandy 'Jughead' Saputra merupakan rekan setimnya di EVOS.

    7. Kapten Tim Tidak Harus Paling Jago
    Sebagai kapten tim, Jeixy mengatakan ketegasan dan ketepatan menjadi aspek utama yang harus dimilikinya. Seorang kapten, kata Jeixy, harus bisa responsif dan cepat menanggapi permainan yang dihadapinya. "Di sini, pengalaman berpengaruh besar," tutur dia. Misalkan, Jeixy memberi contoh, sebuah tim pernah melakukan kesalahan di zona tertentu dan kalah. Maka, seorang kapten harus bisa menentukan apa yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan tersebut.

    Biasanya setelah melakukan kesalahan di zona tertentu, Jeixy berujar, EVOS akan mengevaluasi setiap kesalahan agar tidak terulang. "Ketegasan dan kemampuan untuk berkomunikasi, serta memahami karakter rekan setim juga faktor paling penting yang harus dimiliki oleh seorang kapten tim," kata Jeixy.

    Baca juga: Tim Bigetron Jadi Kampiun di Kompetisi PUBG Mobile Indonesia

    Simak tips bermain PUBG Mobile lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.