Di Balik Nama Supermoon yang Perlu Anda Ketahui

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    TEMPO.CO, Jakarta - Supermoon telah menjadi pemandangan yang akrab dalam berita. Ketika Anda berada di sekitar, orang-orang cenderung membicarakannya, memperdebatkan namanya, dan mendorong Anda untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri.

    Baca: Supermoon Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata Pegiat Astronomi
    Baca: Malam ini Supermoon, Bulan Purnama Akan Membesar dan Lebih Terang

    Karena bulan adalah obyek paling terang di langit malam, sebuah supermoon sangat mudah dikenali. Plus, mereka terjadi dengan frekuensi relatif, setidaknya dibandingkan dengan peristiwa langit seperti gerhana bulan total atau ledakan hujan meteor. Karena kedua faktor itu, ada baiknya mengetahui persis apa yang Anda lihat di langit malam.

    Ilustrasi Supermoon. Kredit: NASA/JPL Caltech

    Apa itu supermoon?

    Supermoon adalah nama yang diberikan ke bulan purnama saat mengorbit dalam posisi paling dekat dengan Bumi. Bulan mengorbit Bumi dalam bentuk elips, jadi jaraknya tidak selalu sama dengan Bumi.

    Selama setiap orbit 27 hari, bulan mencapai apogee (bagian dari orbit terjauh dari Bumi) dan perigee (bagian dari  orbit yang paling dekat dengan Bumi). Ketika bulan purnama terjadi di atau dekat perigee, Anda memiliki supermoon. Bulan purnama itu akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari bulan purnama rata-rata.

    Supermoon adalah kondisi jika posisi bulan purnama minimal 90 persen dari posisi terdekatnya ke Bumi. Pada saat itu, bulan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan di dekat apogee atau titik lebih jauh dari orbitnya ke Bumi.

    Banyak astronom dan ilmuwan yang bersuara keras mengatakan bahwa nama itu tidak tepat, meskipun istilah tersebut telah sepenuhnya diterima.

    Keluhannya adalah bahwa "super" itu hiperbolik. Bulan lebih besar dan lebih terang pada posisi terdekatnya. Tapi, seperti dicatat oleh NASA, peningkatan 14 persen tidak akan tampak jauh lebih besar secara signifikan.

    Namun demikian, supermoon memang lebih besar dan lebih terang, dan ada baiknya menikmati setiap peristiwa antariksa yang mengingatkan kita untuk melihat ke atas dan berpikir tentang dahsyatnya alam semesta. Jadi, jangan terlalu sibuk dengan namanya.

    THRILLIST | NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.