Ini Sederet Potensi Bencana Sepanjang Puncak Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hembusan angin badai. AP

    Ilustrasi hembusan angin badai. AP

    TEMPO.CO, Bandung - Puncak musim hujan secara umum terjadi pada Januari-Februari 2019. Pada akhir Januari ini, sejumlah potensi bencana harus diwaspadai masyarakat dari pegunungan sampai pesisir pantai.

    Baca juga: Info BMKG: Januari-Februari Puncak Musim Hujan

    "Siaga banjir di wilayah pantai utara masih berlanjut, pagi ini hujan juga terjadi di utara Jawa Timur," kata Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra, Senin, 28 Januari 2019. Beberapa wilayah terpantau ditandai warna merah yang berarti ada potensi hujan lebat dengan perkiraan 20 milimeter per jam. Lokasinya pada Senin 28 Januari 2019 seperti di pantai utara Jawa dari Banten hingga Madura dan Bali.

    Adapun keberadaan siklon tropis atau badai Riley posisinya kini makin menjauh di selatan Jawa, dekat Australia. Walaupun begitu, kata Agie, badai itu masih berdampak ke wilayah Indonesia. "Masih terbentuknya daerah pertemuan angin yang mengakibatkan awan dan potensi hujan," ujarnya.

    Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo lewat siaran pers meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini. Potensi bencananya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

    Baca juga: Puncak Musim Hujan, DKI Siagakan 450 Pompa

    Daerah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27-30 Januari 2019. Wilayahnya antara lain Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. Selain itu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Potensi hujan lebat lainnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter yang diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai; Perairan P. Enggano hingga Barat Lampung; Selat Sunda bagian Selatan; Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah; Samudera Hindia Barat Sumatra hingga Jawa Tengah; Perairan Utara Kep. Anambas dan Laut Natuna; Laut Jawa bagian Tengah; Laut Bali; Perairan Selatan Baubau hingga Kep. Wakatob; Laut Banda bagian Selatan; Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Babar; dan, Laut Arafuru bagian Barat.

    Potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara; Perairan Utara Kep. Natuna; Laut Jawa Bagian Timur hingga Laut Sumbawa; Selat Makassar Bagian Selatan; Perairan Selatan Jawa Timur hingga P. Rote; Selat Bali, Selat Lombok, hingga Selat Alas Bagian Selatan; Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTT; Perairan Utara Flores; Perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar; Laut Flores; Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT.

    Baca juga: Supaya Tubuh Tetap Fit di Puncak Musim Hujan, Lakukan 6 Tips Ini

    Simak kabar terbaru seputar potensi bencana selama puncak musim hujan hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.