Parlemen India Minta Pemerintah Blokir TikTok, Kenapa ?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi Tik Tok. technobusiness.id

    Aplikasi Tik Tok. technobusiness.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota parlemen di India meminta pemerintah memblokir layanan live streaming TikTok karena dianggap menyebabkan degradasi budaya terhadap remaja dan pemuda.

    Baca juga: BACA: Kominfo Pernah Blokir TikTok

    Laman The Verge menuliskan pada Jumat, 15 Februari 2019, Menteri Teknologi Informasi negara bagian Tamil Nadu, M Manikandan, menyatakan pemerintah akan merekomendasikan TikTok dilarang di Tamil Nadu.

    Melansir Economic Times, seorang anggota parlemen Thamimum Ansari membawa kasus ini ke Majelis Legislatif Pusat karena mendapatkan laporan bahwa TikTkok menjadi platform debat yang bertentangan dengan hukum dan berbagi konten eksplisit.

    Laman The New Indian Express melaporkan pada Desember tahun lalu, 36 remaja melapor ke layanan krisis bahwa mereka mengalami perisakan di TikTok. Salah seorang pengguna dilaporkan bunuh diri karena dirisak di TikTok.

    Baca juga: Lasso, Aplikasi Penantang TikTok Besutan Facebook

    Tercatat TikTok memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif di India.

    Perwakilan TikTok menyatakan mereka sedang merekrut perwakilan di India agar dapat berkoordinasi dengan penegak hukum di negara tersebut.

    TikTok menyatakan mereka memiliki sistem pelaporan untuk para pengguna maupun penegak hukum untuk melaporkan konten-konten yang tidak sesuai dengan aturan komunitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.