Facebook Akan Luncurkan Fitur Clear History Akhir Tahun Ini

CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba untuk bersaksi di depan sidang bersama Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Capitol Hill di Washington, 10 April 2018. Mark Zuckerberg bersaksi terkait penggunaan data pengguna Facebook untuk pemilu Amerika 2016. (AP Photo/Andrew Harnik)

TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa media sosial Facebook akan menghadirkan fitur baru Clear History akhir tahun ini. Fitur tersebut memungkinkan pengguna dapat menghapus informasi yang dikumpulkan jejaring sosial tentang pengguna dari aplikasi dan situs web pihak ketiga.

Baca juga: Belasan Aplikasi Bagikan Data Sensitif Pengguna ke Facebook

Awalnya Clear History dijanjikan hadir pada Mei 2018, tepat sebelum konferensi pengembang F8, dan saat itu masih sebuah ide yang dirancang untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna yang hilang. BuzzFeed News melaporkan saat itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa fitur itu bekerja untuk membantu perusahaan memperbaiki citranya setelah skandal privasi data Cambridge Analytica.

"Di browser web Anda, Anda memiliki cara sederhana untuk menghapus cookie dan riwayat Anda. Idenya adalah banyak situs yang membutuhkan cookie untuk bekerja, tapi harus tetap membersihkan riwayat Anda kapan pun dikehendaki. Kami sedang membangun versi ini untuk Facebook juga. Ini akan menjadi kontrol sederhana menghapus riwayat penjelajahan Anda di Facebook - apa yang telah Anda klik, situs web yang Anda kunjungi, dan sebagainya," tulis Zuckerberg dalam catatan Facebook di laman pribadinya, seperti dilansir laman theverge, Selasa, 26 Februari 2019.

Tidak sepenuhnya jelas bagaimana tepatnya ini akan bekerja atau seperti apa alat itu sebenarnya. Namun, melalui alat analitik dan pelacak Facebook, perusahaan mengumpulkan sejumlah besar informasi tentang apa yang pengguna lakukan baik di situs maupun di luarnya.

Jadi alat seperti Clear History dapat memiliki dampak besar pada kemampuan Facebook untuk menargetkan iklan. Dan menghasilkan pendapatan jika cukup banyak pengguna secara aktif menghapus informasi yang dikumpulkan tentang aktivitas online mereka.

"Kami mulai dengan sesuatu yang banyak ditanyakan orang baru-baru ini: informasi yang kami lihat dari situs web dan aplikasi yang menggunakan iklan dan alat analisis Facebook," kata Zuckerberg.

Pejabat keuangan Facebook, David Wehner, dalam sebuah konferensi menjelaskan bahwa fitur tersebut akan memberikan pengguna beberapa halangan seefektif mungkin. Facebook sudah memberikan kendali atas informasi mereka, termasuk apakah pengiklan menargetkan berdasarkan informasi yang dikumpulkannya dari mitra pihak ketiga.

"Facebook juga memungkinkan pengguna mengontrol apakah dapat melihat iklan yang terkait dengan pernikahan, alkohol, atau status hubungan, di antara opsi lainnya. Kami ingin memastikan ini berfungsi sebagaimana mestinya bagi semua pengguna Facebook," tutur Wehner.

Sejumlah perubahan cara aplikasi pihak ketiga mendapatkan akses ke informasi pribadi diberlakukan tahun lalu setelah kasus Cambridge Analytica. Fitur itu akan melangkah lebih jauh dari opsi yang memberikan pengguna lebih banyak transparansi tentang apa yang dikumpulkan tentang mereka, situs dan aplikasi mana yang mengumpulkannya, dan apakah ingin menghapus sepenuhnya dari ekosistem Facebook.

Baca juga: Facebook Melacak Lokasi Anda? Ini Cara Menghentikannya

Namun, terlepas dari dampaknya pada bisnis iklan Facebook, perusahaan kemungkinan tidak menampilkan iklan yang relevan kepada pengguna. Zuckerberg melihat fitur itu sebagai kebutuhan untuk memenangkan kembali kepercayaan pengguna.

"Setelah melalui sistem kami, ini adalah contoh dari jenis kontrol yang kami pikir harus Anda miliki," tulisnya dalam posting pengumuman Clear History. 

Facebook berencana untuk mulai menguji alat tersebut dalam waktu dekat. Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasi pekan lalu, Facebook mengatakan, "Kami ingin memastikan ini berfungsi sebagaimana mestinya bagi semua orang di Facebook, yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan".

THEVERGE | BUZZFEEDNEW






Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

8 jam lalu

Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

Whatsapp menjadi aplikasi paling populer yang digunakan masyarakat Indonesia, persentasinya mencapai 98,07 persen pengguna di Indonesia.


Diizinkan Kembali ke Facebook dan Instagram, Apa Kata Donald Trump?

2 hari lalu

Diizinkan Kembali ke Facebook dan Instagram, Apa Kata Donald Trump?

Meta menyatakan akan memulihkan akun Donald Trump dalam beberapa pekan ke depan. Akan blokir lagi jika ....


Meta Pulihkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump

2 hari lalu

Meta Pulihkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump

Belum jelas apakah Donald Trump akan memanfaatkan kembali dua platform besar itu.


Densus 88 Sita 2 Bom Rakitan Siap Pakai dari Teroris Simpatisan ISIS di Sleman

5 hari lalu

Densus 88 Sita 2 Bom Rakitan Siap Pakai dari Teroris Simpatisan ISIS di Sleman

Tersangka teroris simpatisan ISIS di Sleman yang ditangkap Densus 88 disebut memiliki dua bom rakitan siap pakai.


Pesawat Jatuh di Nepal, Mungkinkah Video Live Facebook Penumpang Penyebabnya?

5 hari lalu

Pesawat Jatuh di Nepal, Mungkinkah Video Live Facebook Penumpang Penyebabnya?

Video livestreaming Facebook empat penumpang itu sekaligus memperlihatkan detik-detik pesawat Yeti Airlines jatuh di Nepal pada Minggu 15 Januari 2023


10 Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Dunia, TikTok Juara

9 hari lalu

10 Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Dunia, TikTok Juara

Daftar aplikasi paling banyak diunduh di dunia, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, sampai WhatsApp.


Bongkar Jaringan Remaja Pengadang Truk, Pemkot Bogor Gandeng Polisi

10 hari lalu

Bongkar Jaringan Remaja Pengadang Truk, Pemkot Bogor Gandeng Polisi

Seorang remaja di Bogor tewas saat membuat konten mengadang truk


Polres Bogor Kota Deteksi Jaringan Remaja Pengadang Truk di Facebook

10 hari lalu

Polres Bogor Kota Deteksi Jaringan Remaja Pengadang Truk di Facebook

Seorang remaja berinisial MSA, 15 tahun, tewas tertabrak saat membuat konten adang truk di Kabupaten Bogor pada Kamis, 5 Januari 2023.


Penjual Potongan Tubuh Macan Tutul Ditangkap di Bekasi, KLHK Ungkap Kronologis

11 hari lalu

Penjual Potongan Tubuh Macan Tutul Ditangkap di Bekasi, KLHK Ungkap Kronologis

Seorang pria diamankan Ditjen Gakkum KLHK karena menjual potongan tubuh macan tutul.


Batasi Konten Jual Beli Organ, Ini Saran Pakar Siber ke Kominfo

12 hari lalu

Batasi Konten Jual Beli Organ, Ini Saran Pakar Siber ke Kominfo

Pakar siber menyebut langkah Kementerian Kominfo memutus akses situs jual beli organ tubuh, "Sampai matahari tak bersinar tidak efektif!"