Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Wahana Tim ITB Juara di Singapura

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Dirgantara ITB saat presentasi karya mereka di lomba SAFMC 2019 di Singapura, 14 Maret - 23 Maret 2019. (itb.ac.id)

    Tim Dirgantara ITB saat presentasi karya mereka di lomba SAFMC 2019 di Singapura, 14 Maret - 23 Maret 2019. (itb.ac.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang wahana terbang tim Institut Teknologi Bandung juara di Singapura. Pesawat drone dan flapping wing seperti capung mereka buat untuk bekerja sama dalam misi lomba.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Facebook Minta Regulasi Dipertegas
    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Review Redmi Note 7
    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: MUI Pertimbangkan PUBG Haram

    Selain itu, aplikasi pesan WhatsApp semakin memperluas fitur-fiturnya. Dalam pembaruan WhatsApp beta versi 2.19.86, aplikasi besutan Facebook itu telah meningkatkan fitur pesan suara. Juga, tim ilmuwan internasional menemukan kuburan fosil, bukti bahwa asteroid yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu bertanggung jawab atas kepunahan dinosaurus.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Drone dan Pesawat Capung Tim ITB Juara di Singapura

    Drone karya mahasiswa ITB yang menjadi juara di SAFMC 2019 Singapura. (itb.ac.id)

    Sepasang wahana terbang buatan tim mahasiswa ITB atau Institut Teknologi Bandung menjadi juara dalam sebuah lomba di Singapura. Pesawat drone dan flapping wing seperti capung mereka buat untuk bekerja sama dalam misi lomba.

    “Drone mengangkat flapping wing terus dilepas terbang di udara,” kata Rizky Agung, ketua tim Dirgantara Project, Senin, 1 April 2019.

    Tim mahasiswa Teknik Dirgantara ITB angkatan 2015 dan 2017 itu beranggotakan Rizki Duatmaja Damardayu A.H., Muhammad Nur Badruddin, Arifian Sandovic P. Mereka mengikuti Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2019 yang berlangsung 14 – 23 Maret 2019 di ITE College Central, Singapura.

    2. Pembaruan WhatsApp Beta Tingkatkan Fitur Pesan Suara

    Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)

    Aplikasi pesan WhatsApp semakin memperluas fitur-fiturnya. Dalam pembaruan WhatsApp beta versi 2.19.86, aplikasi besutan Facebook itu telah meningkatkan fitur pesan suara, seperti dikutip laman xda, akhir pekan lalu.

    WhatsApp saat ini diklaim sebagai aplikasi pesan yang tak terkalahkan, dengan mencatat sekitar 1,5 miliar pengguna bulanan tahun lalu. Dan baru-baru ini, aplikasi berlogo hijau itu menjadi aplikasi paling populer dari Facebook, kemudian disusul aplikasi induknya, Facebook itu sendiri.

    Fitur pesan suara WhatsApp merupakan bagian kecil dari pengiriman pesan WhatsApp yang tidak diabaikan. Tahun lalu, pengirim pesan ini menerima opsi untuk mengunci rekaman catatan suara, sehingga penerima tidak perlu menahan tombol catatan suara jika ada pesan panjang

    3. Ini Bukti Hantaman Asteroid Pemunah Dinosaurus 65 Juta Tahun Lalu

    Tim ilmuwan internasional telah menemukan kuburan fosil yang berisi bukti bahwa asteroid yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu. Kredit: CNN

    Sebuah tim ilmuwan internasional telah menemukan kuburan fosil yang berisi bukti bahwa asteroid yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu bertanggung jawab atas kepunahan dinosaurus.

    Tim ahli paleontologi dari University of Kansas dan University of Manchester menemukan fosil hewan dan ikan yang diawetkan dengan sangat indah di North Dakota, menurut sebuah penelitian yang dikutip CNN Senin, 1 April 2019.

    Dampak asteroid, yang menciptakan kawah Chicxulub di bawah Semenanjung Yucatan Meksiko, adalah salah satu peristiwa paling merusak dalam sejarah Bumi, memadamkan 75 persen spesies hewan dan tumbuhan di planet ini.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.