NAP Info Akan Optimalkan Penetrasi Internet di Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NAP Info Terus Tingkatkan Pelayanan Demi Optimalkan Penetrasi Internet di Indonesia.

    NAP Info Terus Tingkatkan Pelayanan Demi Optimalkan Penetrasi Internet di Indonesia.

    INFO TEKNO — PT NAP Info Lintas Nusa (NAP Info) berkomitmen lebih gencar lagi dalam menjalankan fungsinya menyediakan layanan infrastruktur dan teknologi informasi terbaik bagi para penyedia layanan internet di Indonesia. Komitmen ini semakin kuat setelah NAP Info turut berpartisipasi dalam Rakernas Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan pada 26-27 Juni 2019 lalu.

    Hal ini sejalan dengan semangat yang tertuang dalam pembahasan rapat kerja nasional APJII tahun ini, yakni untuk terus meningkatkan penetrasi internet di tanah air. Sebagaimana diketahui, NAP Info sendiri merupakan salah satu penyedia infrastruktur yang paling berpengaruh di Indonesia dan telah lama tergabung sebagai anggota aktif APJII.

    Selain dihadiri perwakilan dari perusahaan penyedia layanan internet, akademisi, serta pegiat industri internet, Rakernas APJII 2019 juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Dalam sambutannya, Menkominfo mengajak APJII untuk bersama-sama menyusun kajian mengenai industri internet di Indonesia demi terus mendorong industri internet Indonesia tumbuh dengan sehat.

    Berdasarkan survei APJII mengenai internet dan perilaku penggunanya di Indonesia tahun 2018, jumlah pengguna internet di negeri ini telah mencapai 171,17 juta jiwa alias lebih dari setengah total populasi. Dengan jumlah yang besar serta ditargetkan akan terus bertambah ini, penyedia jasa internet tentu memegang tanggung jawab besar untuk menghadirkan lingkungan informasi yang kondusif bagi pemerataan informasi di Indonesia.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.