20 Program Studi Favorit SBMPTN 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBMPTN 2019

    SBMPTN 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mencatat ada sepuluh program studi Sains dan Teknologi (Saintek) dan sepuluh program studi Sosial Humaniora (Soshum) yang jadi incaran favorit peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019.

    Baca: 5.615 Peserta Lolos SBMPTN 2019 di Universitas Brawijaya

    Untuk program studi Saintek, peringkat pertama diraih program studi Pendidikan Dokter Universitas Udayana, Bali. “Pendaftarnya 2.301 orang,” kata Ketua LTMPT Ravik Karsidi lewat keterangan tertulis, Selasa, 9 Juli 2019.

    Berikutnya Agroekoteknologi Universitas Brawijaya (2.202), Pendidikan Dokter Universitas Hasanudin (2.111), Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.956) dan Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (1.920)

    Posisi keenam Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (1.884), Kedokteran Universitas Sebelas Maret (1.836), Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.751), Peternakan Universitas Brawijaya (1.734), dan Pendidikan Dokter Universitas Jember (1.716).

    Adapun sepuluh program studi Soshum dengan peminat terbanyak, yaitu Hukum Universitas Diponegoro (3.702), Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.981), Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (2.584), Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (2.546) dan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.532)

    Peringkat keenam adalah Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (2.524), Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.503), Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman (2.204), Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.203) dan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (2.202).

    Simak artikel lainnya tentang SBMPTN 2019 di kanal Tekno Tempo.co.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.