Mahasiswa Binus Bikin Aplikasi Pesan Makanan di Kantin Kampus

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Naufal Prakoso mengembangkan aplikasi pesan makanan, FoodOn Reservation. Kredit: Istimewa

    Mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Naufal Prakoso mengembangkan aplikasi pesan makanan, FoodOn Reservation. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Lead Developer Student Clubs (DSC) Universitas Bina Nusantara (Binus) Naufal Prakoso mengembangkan aplikasi pesan makanan FoodOn Reservation yang diperuntukkan bagi mahasiswa Binus di kantinnya.

    "Aplikasi ini dikembangkan bersama teman-teman sejak September 2018. FoodOn Reservation adalah sebuah aplikasi pemesanan makanan melalui tiga proses utama; pemesanan, pembuatan, dan pengambilan makanan," ujar Naufal, dalam keterangannya, akhir pekan lalu.

    FoodOn Reservation juga menjadi solusi dalam pengelolaan pemesanan makanan yang menumpuk secara bersamaan saat jam istirahat. Aplikasi ini membantu pihak restoran untuk menjual makanan yang belum habis terjual melalui pemberian informasi potongan harga di website Food On. Sehingga, Naufal berujar, restoran akan mampu meminimalisir kerugian serta makanan yang terbuang.

    Saat ini, aplikasi FoodOn Reservation baru digunakan di area kampus Universitas Bina Nusantara, namun Naufal berujar bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan di kampus-kampus lain.

    "Beberapa kampus sudah ada yang tertarik, tapi kami masih menyiapkan sistemnya. Aplikasi FoodOn Reservation dapat digunakan dalam tampilan mobile dan desktop. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play Store," kata mahasiswa berusia 20 tahun itu.

    Naufal mulai menyukai programming sejak SMP, tapi baru mempelajari secara serius saat duduk di bangku SMA. Saat itu, Naufal bersama teman-temannya membuat aplikasi kalkulator fisika yang berisi soal latihan beserta fitur untuk mengkalkulasikan rumus-rumus fisika secara otomatis.

    Sebelum menjadi Lead DSC Binus sejak Desember 2017, Naufal pernah menjadi Fasilitator di Indonesia Android Kejar (IAK). Dengan dibantu oleh teman-teman DSC Core Team Binus, Naufal berhasil mengadakan berbagai kegiatan mengenai developer dan Android di kampusnya. Dia juga berkesempatan hadir dalam gelaran Google I/O 2019, Mei lalu di San Fransisco, Amerika Serikat.

    "Selain belajar dan mengembangkan potensi diri terhadap hard-skill dan soft-skill di DSC Binus, mahasiswa juga dituntut untuk menciptakan aplikasi solutif yang dapat memecahkan permasalahan di sekitarnya," tutur Naufal.

    Hingga kini jumlah mahasiswa yang tergabung di DSC Binus ada 750 orang. Naufal sebagai Lead DSC memiliki tanggung jawab untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman mengenai Android. Di DSC, para mahasiswa juga belajar mengenai Android App Development, Cloud, Website, Machine Learning, dan lainnya.

    Simak artikel lainnya tentang aplikasi di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.