Pre-order Duo Samsung Galaxy Note 10 di Indonesia Dimulai Besok

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mencoba fitur ponsel Samsung Galaxy Note 10 saat acara peluncuran di Barclays Center, Brooklyn, New York, 7 Agustus 2019. Galaxy Note 10 memiliki kapasitas RAM dan memori penyimpanan, yaitu RAM 8 GB dan 12 GB, kemudian storage 256 GB dan 512 GB. REUTERS/Eduardo Munoz

    Pengunjung mencoba fitur ponsel Samsung Galaxy Note 10 saat acara peluncuran di Barclays Center, Brooklyn, New York, 7 Agustus 2019. Galaxy Note 10 memiliki kapasitas RAM dan memori penyimpanan, yaitu RAM 8 GB dan 12 GB, kemudian storage 256 GB dan 512 GB. REUTERS/Eduardo Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Samsung resmi merilis Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus secara global di New York, Amerika Serikat. Samsung Electronic Indonesia membuka pre-order untuk duo Galaxy Note 10 itu mulai pukul 00.00, Jumat besok, 9 Agustus 2019.

    "Galaxy Note pertama kali hadir pada 2011, waktu itu launching Note menandakan lahirnya kategori baru di industri, kita sebagai pionir menghadirkan layar besar dan lahirnya S-Pen," ujar Elvira Jakub IT and Mobile Marketing Director Samsung Electronic Indonesia di Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Duo Galaxy Note 10 dipasang dengan layar Dynamic AMOLED, tapi dengan ukuran yang berbeda. Galaxy Note 10 berukuran 6,3 inci dan resolusi 1080p hampir seperti Galaxy S10, sedang Galaxy Note 10 Plus memiliki layar yang besar, yaitu 6,8 inci, dengan resolusi 1440p. Layar mendukung HDR10+ dan Pemetaan Nada Dinamis untuk kualitas gambar yang berkualitas terlepas dari kontennya.

    Kedua model dipasang pengaturan tiga kamera. Kamera utama dilengkapi sensor 12MP, optical image stabilization (OIS) dan bukaan ganda (f/ 1.5 dan f/ 2.4). Ada juga kamera telefoto dengan sensor 12MP dan OIS, plus kamera 123MP ultra wide angle 123 derajat.

    "Semakin ke sini kita semakin banyak merekrut pengguna Note baru, karena orang merasa Note ini menjadi esensial khususnya bagi yang ingin berkreasi karena fiturnya cukup membantu mereka dalam beraktivitas," kata Elvira.

    Galaxy Note 10 Plus juga dilengkapi sensor 3D ToF, yang digunakan oleh aplikasi 3D Scanner untuk membuat model 3D objek nyata (dapat memindai objek sebesar 80 x 80 x 80 cm). Berbeda dengan ponsel S10, layar duo Galaxy Note10 memiliki lubang terpusat untuk kamera selfie 10MP (dengan lensa 80 derajat dan fokus otomatis).

    Annisa Maulina, IT and Mobile Product Marketing Manager Samsung Electronic Indonesia menjelaskan bahwa duo Galaxy Note 10 disenjatai dengan chipset terbaru, Exynos 9825. Model Plus memiliki baterai yang lebih besar, 4300mAh, dengan 45W Super Fast Charging. Samsung mengatakan bahwa hanya perlu 30 menit pengisian untuk bertahan sepanjang hari.

    "Di Indonesia, Galaxy Note 10 hadir dengan kapasitas RAM/memori internal 8 GB/256 GB yang dibanderol Rp 13,999 juta. Sedangkan Galaxy Note 10 Plus hadir dengan 12 GB/256 GB dihargai Rp 16,499 juta dan paling tinggi 12 GB/512 GB dilabeli Rp 18,999 juta," tutur Annisa.

    Namun, pengisian daya 45W dijual secara terpisah karena Samsung hanya menyediakan pengisi daya 25W. Sementara Galaxy Note 10 memiliki daya baterai 3.500 mAh dengan pengisian daya 25W.

    Keduanya mendukung pengisian nirkabel cepat, sehingga dapat mengisi ulang aksesori seperti Watch Galaxy, Galaxy Buds atau bahkan ponsel lain. Di Indonesia, Galaxy Note 10 hadir dengan tiga varian warna, yakni Aura Glow, Aura Black dan Aura White, sedangkan Galaxy Note 10 Plus hadir dengan dua warna Aura Glow dan Aura Black.

    "Bagi yang ingin pre-order bisa melalui laman www.samsung.com/id/galaxylaunchpack, dan akan mendapatkan beberapa penawaran menarik seperti cash back Rp 1 juta, kemudian bundling dengan beberapa provider," kata Annisa. "Dan bagi yang memesan perangkat didapatkan pada 22 Agustus 2019. Galaxy Note 10 juga akan tersedia di toko ritel pada 23 Agustus 2019."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.