Gempa Guncang Jembrana Bali, Warga Jember Panik

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa di Jembrana, Bali, 12 Agustus 2019. (BMKG)

    Gempa di Jembrana, Bali, 12 Agustus 2019. (BMKG)

    TEMPO.CO, Jakarta - Guncangan gempa magnitudo 5,0 di Kabupaten Jembrana, Bali, dirasakan juga warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin, 12 Agustus 2019.

    "Kami sekeluarga sempat panik dan lari keluar rumah karena guncangan terasa cukup kuat," kata Anisa, salah seorang warga di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

    Ia mengatakan getaran gempa tersebut agak lama, sehingga tidak segera masuk ke rumah dan menunggu di depan rumah. "Beberapa tetangga juga ada yg menunggu di luar rumah sampai getaran gempa benar-benar tidak terasa lagi," katanya.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan guncangan gempa Bali dirasakan hampir di semua kecamatan di Jember. "Banyak warga Jember yang merasakan getaran gempa bumi yang berpusat di Jembrana, Bali," katanya.

    Ia menjelaskan petugas masih melakukan pemantauan di lapangan terkait dengan dampak gempa bumi tersebut. "Sejauh ini belum ada laporan kerusakan di Jember akibat gempa bumi Bali dan mudah-mudahan tidak ada," katanya.

    Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik pada Senin pukul 05.51 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki kekuatan M=5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9.

    Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,92 LS dan 113,89 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 189 km arah barat daya Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 68 km.

    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dagdo dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (Thrust Fault).

    Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Denpasar, Kuta, Banyuwangi dan Jember II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang) dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

    Hingga pukul 06.12 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya tiga kali gempa bumi susulan (aftershocks). "Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Heru Widagdo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.