Ibukota Baru, Rudiantara: Akan Ada Palapa Ring Kalimantan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) meresmikan penggelaran kabel optik Proyek Palapa Ring Barat di Batam, 6 Agustus 2017. TEMPO/Avit Hidayat

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) meresmikan penggelaran kabel optik Proyek Palapa Ring Barat di Batam, 6 Agustus 2017. TEMPO/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan kemungkinan akan ada Palapa Ring khusus Kalimantan menyusul ditunjuknya Kutai Kertanagera dan Paser Utara di Kalimantan Timur sebagai ibukota baru  Indonesia.

    “Jadi, kalau kita punya Palapa Ring untuk Indonesia, untuk Kalimantannya sendiri harus banyak Palapa Ring," kata Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

    Untuk infrastruktur, Kominfo akan memanfaatkan jalan yang dibangun Kementerian PUPR. 

    "Nantinya kita akan manfaatkan bahu jalan yang sudah dibangun Kementerian PUPR di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia yang sudah dibangun hanya kurang dari 300 kilo meter, nanti kita akan bangun fiber optik, sehingga di Kalimantan itu ringnya akan semakin bagus,” kata dia.

    Kendati demikian, Menkominfo mengatakan itu harus dibicarakan terlebih dahulu dengan para operator seluler. 

    “Apakah mereka akan menggelar jaringan di sana atau tidak.”

    Rudiantara mengatakan jika jaringan broadband di Kalimantan sudah terkoneksi, baik melalui Palapa Ring atau dengan jaringan yang dibangun oleh operator nanti akan ada gateaway internasional yang langsung ke Kalimantan

    "Tapi tetap harus kita tingkatkan lagi keandalannya. Karena mungkin lima sampai 10 tahun lagi ada direct gateway ke internasional dari Kalimantan," katanya.

    Dengan kondisi tersebut, trafik telekomunikasi tidak lagi dari Kalimantan dibawa ke Jakarta, kemudian Jakarta bawa ke Singapura, atau dibawa ke Sulawesi.

    "Mungkin harus dirancang dari sekarang, seberapa besar trafiknya. Karena kalau ibu kota pindah, itu kan nanti ada jutaan penghuni baru. Kalau trafik internasional tinggi, kenapa kita tidak pikirkan suatu saat dari Kalimantan langsung ke internasional," katanya.

    Artinya, ke depan masyarakat di Kalimantan bisa berkomunikasi secara lebih cepat, terutama untuk telekomunikasi antarnegara. 

    Berita lain terkait ibukota baru, bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.