NASA dan Eropa Bahas Cara Menghentikan Asteroid Hantam Bumi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asteroid kembar Didymos. Kredit: Credit: ESA

    Ilustrasi asteroid kembar Didymos. Kredit: Credit: ESA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika asteroid besar menabrak Bumi, skenario kasus terburuk dapat mencakup tsunami, radiasi panas, ledakan angin, getaran seismik, hilangnya sinar matahari, dan mungkin akhir dari semua kehidupan di planet ini.

    Saat ini, para ilmuwan percaya peluang terbaik kita untuk berurusan dengan asteroid besar yang datang adalah dengan menghancurkannya sebelum tiba di Bumi, atau membuat dampak di ruang angkasa yang mengubah arahnya. Kedua opsi itu nyatanya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

    Tetapi taruhan besar telah memaksa AS dan badan antariksa Eropa untuk membentuk kemitraan untuk mengambil tantangan menemukan cara yang efektif untuk menghentikan asteroid besar dari menabrak planet kita dan berpotensi mengakhiri kita dengan cara yang sama seperti dinosaurus.

    Tidak seperti kita, komunitas dinosaurus tidak memiliki ilmuwan pintar di antara jajarannya, yang berarti bahwa manusia memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk menemukan solusi yang realistis.

    Dengan tujuan penting ini, para peneliti asteroid dan insinyur pesawat ruang angkasa dari AS, Eropa, dan bagian lain dunia akan bertemu di Roma, Italia, pekan ini untuk pertemuan tiga hari membahas rencana terbaru mereka untuk misi pesawat ruang angkasa yang akan membelokkan asteroid, sebagaimana dilaporkan Digital Trends pekan lalu.

    Proyek ambisius ini adalah bagian dari upaya percobaan untuk menunjukkan bahwa teknik ini suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai metode pertahanan planet yang efektif.

    Misi ini, yang disebut Penilaian Defleksi Dampak Asteroid atau Asteroid Impact Deflection Assessment (AIDA), bertujuan untuk menabrakkan pesawat ruang angkasa ke tubuh yang lebih kecil (berdiameter 160 meter) dari dua asteroid Didymos dalam upaya untuk mengubah arahnya saat meluncur antara Bumi dan Mars.

    DIGITAL TRENDS | NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.