Rudal Nuklir Rusia Skyfall Miliki Jangkauan Tidak Terbatas

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal Nuklir Rusia Skyfall Miliki Jangkauan Tidak Terbatas. Kredit: Anna Liesowska/east2west news

    Rudal Nuklir Rusia Skyfall Miliki Jangkauan Tidak Terbatas. Kredit: Anna Liesowska/east2west news

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah rudal baru bertenaga nuklir Rusia, yang mampu terbang berhari-hari untuk menyelidiki kelemahan pertahanan Barat, akan siap disebar lebih awal dari yang diperkirakan, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 13 September 2019.

    Hal ini menurut penilaian intelijen AS yang memperkirakan bahwa senjata super Burevestnik bertenaga nuklir itu akan siap untuk berperang dalam enam tahun ke depan.

    Pernyataan itu muncul meskipun terjadi ledakan bulan lalu dalam uji coba rudal senjata itu di Laut Putih, yang mengarah ke kebocoran radiasi di mana setidaknya lima ilmuwan dan teknisi tewas, dan yang lainnya diracun.

    Beberapa akun telah mengaitkan kejadian itu dengan Burevestnik, meskipun berbagai ahli membantah ini, tetapi Kremlin menolak untuk mengungkapkan kebenarannya.

    Rusia telah melakukan beberapa upaya untuk menguji jangkauan tak terbatas Burevestnik - juga dikenal sebagai Skyfall – namun tidak ada yang berhasil, menurut laporan intelijen AS.

    Terlepas dari kegagalan-kegagalan ini, sumber-sumber yang dikutip oleh CNBC yang mengetahui evaluasi itu mengatakan bahwa sekarang ada batas waktu yang dipercepat untuk siap perang.

    Diyakini rudal ini telah diuji sekali awal tahun ini dan empat kali antara November 2017 dan Februari 2018, yang mengakibatkan sebuah kecelakaan.

    Tetapi Rusia mengatakan awal tahun ini bahwa uji coba unit tenaga nuklir senjata berhasil diselesaikan selama tahap uji coba utama. “Uji coba mempertahankan spesifikasi dari reaktor yang memastikan jangkauan tak terbatas rudal ini,” klaim sebuah sumber.

    Sebuah penilaian intelijen AS baru-baru ini menemukan bahwa ledakan pada 8 Agustus dari jangkauan uji coba rudal di Nyonoksa terjadi selama misi pemulihan untuk menyelamatkan Burevestnik yang hilang dari dasar laut, kata CNBC. “Radiasi yang dilepaskan seribu kali lebih tinggi dari yang mematikan,” demikian dilaporkan.

    Burevestnik dipandang oleh Kremlin sebagai rudal jelajah siluman terbang rendah yang tidak mampu dicegat oleh pertahanan udara Barat yang ada dan mengirimkan hulu ledak nuklir di mana saja di seluruh dunia.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.