Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Misteri Tsunami Palu, WhatsApp Dibajak

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di sekitar tempat pemakaman massal korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di TPU Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 1 Mei 2019. Jelang Ramadan, lokasi pemakaman ribuan korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi mulai ramai didatangi warga maupun keluarga para korban untuk melaksanakan ziarah kubur. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Warga berjalan di sekitar tempat pemakaman massal korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di TPU Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 1 Mei 2019. Jelang Ramadan, lokasi pemakaman ribuan korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi mulai ramai didatangi warga maupun keluarga para korban untuk melaksanakan ziarah kubur. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang misteri tsunami Palu. Memakai superkomputer yang dioperasikan oleh Leibniz Supercomputing Center (anggota Gauss Centre for Supercomputing), tim ahli geologi, geofisika, dan matematikawan internasional berhasil mengungkap misteri penyebab gempa dan tsunami Palu yang terjadi setahun lalu.

    Selain itu, penyelidik Amerika tengah memeriksa papan sirkuit drone, yang digunakan Houthi mengebom fasilitas minyak Saudi, untuk menentukan lintasan serangan dan apakah drone itu berasal dari Iran.

    Berita terpopuler lain tentang pembajakan akun WhatsApp dan digunakan untuk menyebar pesan ajakan jihad membela KPK.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Gempa dan Tsunami Palu

    Menggunakan superkomputer yang dioperasikan oleh Leibniz Supercomputing Center (anggota Gauss Centre for Supercomputing), tim ahli geologi, geofisika, dan matematikawan internasional berhasil mengungkap misteri penyebab gempa dan tsunami Palu yang terjadi setahun lalu, sebagaimana dilaporkan eurekalert baru-baru ini.

    Gempa bumi dan tsunami Palu 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Peristiwa tersebut menjadi bencana alam paling mematikan di dunia pada tahun 2018.

    Tim itu menunjukkan bahwa pergerakan dasar laut yang disebabkan gempa bumi di bawah Teluk Palu dapat menghasilkan tsunami, yang berarti kontribusi tanah longsor tidak diperlukan untuk menjelaskan fitur-fitur utama tsunami Palu.

    2. Sumber Masih Misterius, AS Bongkar Sirkuit Drone Penyerang Saudi

    Penyelidik Amerika tengah memeriksa papan sirkuit drone yang tersisa, setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi, untuk menentukan lintasan serangan dan apakah drone itu berasal dari Iran.

    Hal itu dilakukan saat pemerintahan Donald Trump memperdebatkan bagaimana dan apakah akan melakukan pembalasan, sebagaiman dilaporkan The New York Times, 17 September 2019.

    Analis meneliti citra satelit dari situs yang rusak, dan menilai jejak radar, setidaknya beberapa rudal jelajah terbang rendah yang digunakan. Penyadapan komunikasi dari sebelum dan sesudah serangan sedang ditinjau untuk melihat apakah melibatkan pejabat Iran.

    3. Waspada Pembajakan WhatsApp: Modus Jihad untuk KPK

    Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar mendapat laporan tentang adanya konten ajakan jihad melalui akun WhatsApp atas nama Muhammad Luthfi Indrawan yang telah dibajak.

    Kejadiannya bermula pada Senin, 16 September 2019 pukul 02.37 WIB, korban diberitahu oleh temannya bahwa Whatsapp telah diretas. Kemudian korban langsung melakukan pengecekan terhadap Whatsapp miliknya dan tidak bisa diakses.

    Pesan yang beredar berisi ajakan untuk jihad, karena KPK dilemahkan dan dizolimi oleh para wereng cokelat alias thogut.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.