Huawei Kucurkan Rp 300 Miliar untuk Kembangkan Infrastruktur Data

Reporter

Editor

Erwin Prima

Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

TEMPO.CO, Shanghai - Perusahaan teknologi Huawei Technologies mengucurkan anggaran senilai 150 juta yuan atau sekitar Rp 300 miliar dalam pengembangan ekosistem infrastruktur data yang disebut GaussDB.

"Data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah cara kita bekerja dan hidup saat ini. Keduanya telah berkembang menjadi pendorong produktivitas," kata Direktur Eksekutif Dewan Strategi dan Pemasaran Teknologi Komunikasi dan Informatika Huawei David Wang dalam ajang Huawei Connect 2019 di Shanghai, Cina, Jumat, 20 September 2019.

Huawei, lanjut David Wang, juga telah mengembangkan industri berbasis data itu dengan membuka GaussDB yang bekerja sama dengan sejumlah universitas di Cina.

"Kami akan terus berkolaborasi dengan para pelanggan, mitra, dan universitas untuk membangun sebuah ekosistem yang sejalan dan terbuka sehingga menguntungkan semua pihak dan mengantarkan kesuksesan bisnis," katanya.

Kucuran anggaran itu akan diberikan kepada mitra riset dan universitas dalam bentuk pelatihan dan program magang terkait GaussDB.

Wang menjelaskan universitas yang diajak kerja sama dalam pembangunan sepuluh laboratorium inovasi GaussDB antara lain East China Normal University (ECNU), Wuhan University, Chongqing University of Posts and Telecommunications, dan National Engineering Laboratory for Big Data Software of the Tsinghua University.

Selain itu, Huawei juga berkolaborasi dengan mitra industri untuk membangun ekosistem data berbasis prosesor Kunpeng yang mendukung skenario komputasi kompleks.

Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu, dalam Huawei Connect 2019, mulai serius menggarap pasar komputasi dengan peluncuran empat strategi komputasi setelah populer dalam industri infrastruktur telekomunikasi.

Huawei Connect 2019 berlangsung di area pameran Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center serta Shanghai Expo Center pada 18-20 September 2019 dengan fokus pada tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

ANTARA






AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

5 hari lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Bjorka Kembali Beraksi, Kali Ini Kepala BSSN Jadi Target

6 hari lalu

Bjorka Kembali Beraksi, Kali Ini Kepala BSSN Jadi Target

Kali ini Bjorka menyasar Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian.


36 Juta Data Pengguna Kendaraan Bocor, Berpotensi Diperjualbelikan di Internet

9 hari lalu

36 Juta Data Pengguna Kendaraan Bocor, Berpotensi Diperjualbelikan di Internet

Sebanyak 36 Juta data registrasi pengguna kendaraan di Indonesia diduga alami kebocoran dan dijajakan di sebuah forum internet.


780 Hari Misi Eksplorasi Mars Pertama Cina

16 hari lalu

780 Hari Misi Eksplorasi Mars Pertama Cina

Wahana penjelajah (rover) Zhurong telah melakukan perjalanan sejauh 1.921 meter di permukaan Mars.


Pengamat: Bjorka Bisa Lebih dari Satu Orang

16 hari lalu

Pengamat: Bjorka Bisa Lebih dari Satu Orang

Seorang pemuda di Kabupaten Madiun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peretasan Bjorka.


Salah Tangkap Hacker Bjorka, Pengamat: Di Atas Langit Ada Langit

19 hari lalu

Salah Tangkap Hacker Bjorka, Pengamat: Di Atas Langit Ada Langit

Bjorka ternyata lebih licin dari dugaan DarkTracer dan sudah mempersiapkan diri dengan baik.


Studi: Layanan Kesehatan Semakin Fokus pada Kekuatan Data dan Teknologi

19 hari lalu

Studi: Layanan Kesehatan Semakin Fokus pada Kekuatan Data dan Teknologi

Royal Philips mengumumkan temuan dari laporan Indonesia Future Health Index (FHI) 2022. Disebutkan layanan kesehatan semakin fokus pada kekuatan data


Pengembang Asal Yogya Buat Sistem Komputasi Awan, Dilengkapi IoT dan AI

21 hari lalu

Pengembang Asal Yogya Buat Sistem Komputasi Awan, Dilengkapi IoT dan AI

Perusahaan mengklaim layanan komputasi awan tersebut telah diatur dengan teknologi canggih sehingga lebih mudah dan aman untuk penggunanya.


Inilah 2 Jenis Data Pribadi Menurut RUU PDP

21 hari lalu

Inilah 2 Jenis Data Pribadi Menurut RUU PDP

Merujuk Pasal 3 RUU PDP, data pribadi dibagi menjadi dua jenis., yakni data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi yang bersifat spesifik.


Serangan Hacker Bjorka, Menkominfo Minta PSE Perketat Keamanan Siber

21 hari lalu

Serangan Hacker Bjorka, Menkominfo Minta PSE Perketat Keamanan Siber

Sebelumnya di akun Twitter, hacker Bjorka menjelaskan alasannya meretas data Indonesia.