BPPT Gandeng Jepang Perkuat Riset Energi Bersih dan Kebencanaan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPPT Hammam Riza berada di Jepang untuk memperkuat riset energi bersih dan kebencanaan. Kredit: BPPT

    Kepala BPPT Hammam Riza berada di Jepang untuk memperkuat riset energi bersih dan kebencanaan. Kredit: BPPT

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng perusahaan Jepang, Kyuden Mirai Energy Company Incorporated dan Awina Sinergy Internasional, guna mendorong akselerasi penguasaan teknologi di bidang energi, khususnya terkait pengembangan fasilitas pengisi daya kendaraan berbasis listrik atau charging station.

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPPT, Kyuden Mirai Energy Co. Inc., dan PT Awina Sinergi International dilaksanakan Rabu, 9 Oktober 2019, di Jepang, dengan topik Garam Industri, Charging Station dan Pembangkit Listrik. 

    Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan BPPT terus mendorong upaya pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor, mulai dari pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang beroperasi di Bantargebang, pengembangan riset kendaraan listrik nasional yang telah menghasilkan inovasi fast charging station untuk mengisi daya kendaraan berbasis listrik, hingga uji jalan (Road Test) pemanfaatan bahan bakar Biodiesel B30 yang diaplikasikan pada kendaraan konvensional.

    “BPPT juga melakukan riset terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi atau PLTP, Tenaga Surya atau PLTS, serta pengembangan kawasan mandiri energi berbasis EBT di wilayah Baron Technopark, Gunung Kidul, Yogyakarta,” paparnya usai penandatanganan MoU.

    Masih dalam rangkaian agenda kerjanya di Jepang, Hammam menyebut bahwa dirinya usai menjadi pembicara di Science and Technology Forum in Society (STS Forum) 2019 di Kyoto, Jepang, juga melakukan pertemuan dengan institusi riset negeri matahari terbit, yakni Jamstec.

    Saat menemui Presiden Jamstec Tadashi Matsunaga, Hammam membahas pemanfaatan teknologi dalam setiap aspek kebencanaan, baik dari sisi mitigasi, saat bencana, hingga pasca bencana.

    Dalam hal mitigasi bencana, Hammam menjelaskan mulai dari early warning system, kemudian kesiapan teknologi saat terjadi bencana, yakni kehandalan sensor-sensor sebagai pendukung peringatan dini, serta untuk pasca bencana, yakni pengembangan teknologi pangan untuk bencana.

    BPPT, lanjut Hammam, tengah fokus membangun teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), yang telah disebar awal 2019 ini. Ke depan juga direncanakan akan kembali menyebarkan empat buoy tsunami, serta CBT atau Cable Based Tsunameter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.