Pemenang Nobel Ini Percaya Kita Bisa Bertemu Alien 30 Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eksoplanet cincin raksasa yang berjarak 1.000 tahun cahaya. (Popular Science)

    Ilustrasi eksoplanet cincin raksasa yang berjarak 1.000 tahun cahaya. (Popular Science)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut ilmuwan terkemuka Didier Queloz manusia akan melakukan kontak dengan alien jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan. Pemenang Nobel Fisika Didier Queloz meyakini manusia tidak sendiri di alam semesta, dia yakin bisa menemukan kehidupan di planet lain dalam 30 tahun.

    "Saya tidak percaya kita adalah satu-satunya makhluk hidup di alam semesta. Ada terlalu banyak planet, terlalu banyak bintang, dan sifat kimianya universal," ujar Astronom Swiss itu dikutip New York Post, Kamis, 10 Oktober 2019. "Kimia yang menyebabkan kehidupan harus terjadi di tempat lain."

    Queloz, 53 tahun, bekerja di University of Cambridge dan merupakan satu dari tiga ilmuwan yang dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pekan ini. Menurutnya, dia yakin kehidupan alien akan terdeteksi dari Bumi dalam abad mendatang.

    Saat ini, para ilmuwan mengetahui sejumlah apa yang disebut eksoplanet - dunia di luar tata surya kita - yang bisa ditinggal makhluk hidup, tapi kita tidak atau belum memiliki peralatan untuk melihat kehidupan mereka. "Itu realistis bahwa mesin yang mampu mendeteksi aktivitas biokimia di planet yang jauh dapat dibangun dalam waktu 30 tahun," tutur Queloz.

    Sebuah mesin yang mendeteksi aktivitas biokimia dari jauh akan memberikan para ahli kemampuan untuk menemukan tanda kehidupan di luar sana. Setelah dibangun, kemungkinan hanya masalah waktu sampai bisa mendapatkan hasil positif.

    Queloz berbagi hadiah Nobel tahun ini untuk fisika dengan kolega dan sesama profesor Swiss Michel Mayor. Mereka  menemukan sebuah planet ekstrasurya yang mengorbit bintang seperti matahari.

    Mayor dan Queloz memulai revolusi dalam astronomi ketika mereka menemukan 51 Pegasi B, sebuah bola gas yang sebanding dengan Jupiter, pada tahun 1995.

    Namun, menurut astronom Lisa Kaltenegger, yang juga direktur Carl Sagan Institute di Cornell University, hal itu adalah langkah pertama dalam pencarian. "Apakah kita sendirian?" kata Kaltenegger.

    Lebih dari 4.000 eksoplanet telah ditemukan di Bima Sakti dan para ilmuwan berpikir satu dari empat atau lima bintang memiliki planet. "Kami memiliki 200 miliar bintang di luar sana di galaksi kita sendiri, jadi saya menyukai peluang kita," kata Kaltenegger.

    NEW YORK POST | PHYS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.