Puncak Hujan Meteor Orionid 2019 Terjadi 21-22 Oktober

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan meteor Orionid adalah salah satu pertunjukan astral paling spektakuler tahun ini. Namun, seperti biasa, lokasi dan waktu mulai melihat bintang cukup penting.

    Dikutip The Sun, Ahad, 13 Oktober 2019, meteor Orionid pertama muncul dari Senin, 2 Oktober hingga 7 November 2019, dan akan memuncak antara tengah malam dan fajar pada 21 dan 22 Oktober 2019.

    Fenomena ilmiah ini mendapatkan namanya dari Orion, sebuah rasi bintang yang terletak di langit di atas garis katulistiwa. Meteor, terkait dengan Komet Halley, terjadi setiap tahun pada Oktober. Ketika kondisi malam, puluhan bintang jatuh dapat terlihat jatuh dari langit.

    Lembaga antariksa Amerika Serikat atau NASA menjuluki hujan meteor Orionid sebagai salah satu hujan meteor paling indah tahun ini. Setiap jam sekitar 20 meteor membesar di langit. Pada kecepatan 148.000 mph, Orionid adalah salah satu peristiwa paling mengesankan dalam kalender langit.

    Itu terjadi 60 mil di ruang angkasa, ketika Bumi bergerak melalui awan dan ribuan batu ruang angkasa yang akan ditinggalkan oleh Komet Halley yang terkenal.

    Banyak meteor akan sering jatuh, hampir menyerupai hujan. Meskipun demikian, tingkat aktual bahwa benda langit jatuh dari langit jauh lebih jarang. Orionid akan jatuh sekitar 10 hingga 20 meteor jatuh dari langit per jam.

    THE SUN | NASA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.