Kabut Asap Selimuti Tanah Datar, Warga Alami Mata Perih

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di daerah Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar (11/3). ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di daerah Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar (11/3). ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Batusangkar - Masyarakat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mulai merasakan mata perih akibat kabut asap kiriman yang kembali menyelimuti daerah itu sejak beberapa hari belakangan.

    "Kami mulai merasakan mata perih terutama anak-anak akibat kabut asap yang kembali menyelimuti Tanah Datar dalam empat hari belakangan ini," kata Alpendi, 46 tahun, warga Tanjung Baru Tanah Datar di Batusangkar, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Ia menambahkan kabut asap di daerah itu sudah sempat hilang pada beberapa waktu lalu, akan tetapi kembali menyelimuti kabupaten itu sejak beberapa hari terakhir.

    Menurutnya asap itu semakin hari semakin tebal, dan bisa membahayakan ibu hamil, anak sekolah karena sudah menyesakkan nafas.

    Ilham, 26 tahun, warga lainnya, juga merasakan hal yang sama. Ia mulai merasakan mata perih akibat kabut asap yang menyelimuti Tanah Datar terutama saat berkendara.

    "Kemarin-kemarin biasa saja, tapi saya perhatikan dalam dalam beberapa hari belakangan asap semakin tebal, dan itu berdampak pada penglihatan bahkan kualitas udara," ujarnya.

    Sementara Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) setempat, Desi Trikorina mengakui bahwa terjadi peningkatan asap kiriman di Tanah Datar.

    Kendati demikian ia belum mau menyatakan kualitas udara di Tanah Datar baik atau buruk sebelum dilakukan pengukuran kualitas udara. "Kami menunggu keputusan dari provinsi terkait lebih lanjutnya. Tetapi untuk saat ini di Tanah Datar kami belum melakukan pengukuran kualitas udara. Namun kita tetap menghimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," jelas dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.