Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Ini 4 PR dari Muhadjir Effendy

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim berfoto bersama ikon Gatotkaca di Kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, 20 November 2016. Tempo/Destrianita

    CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim berfoto bersama ikon Gatotkaca di Kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, 20 November 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menunjuk pendiri Gojek, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kabinet Indonesia Maju, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Penunjukan Nadiem di pos menteri pendidikan memang mengejutkan, karena latar belakangnya selama ini dalam bisnis start up.

    Nadiem, 35 tahun, tampaknya dipilih karena pemerintah perlu banyak terobosan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

    Setidaknya ada 4 pekerjaan rumah yang dititipkan Mendikbud lama Muhadjir Effendy pada menteri Nadiem.

    "Empat program tersebut yakni program penguatan pendidikan karakter di sekolah, percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP), melanjutkan revitalisasi sekolah, dan memperluas zonasi sekolah," ujar Mendikbud dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019

    Pemerintah telah menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar sejak 2014 sebanyak Rp45,2 triliun. Sebelum 2014, terdapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang hanya diberikan kepada tujuh juta siswa.

    Sedangkan siswa yang menerima KIP sebanyak 18,9 juta setiap tahunnya. Siswa tersebut yang berasal dari keluarga tidak mampu.

    Kemudian untuk program penguatan pendidikan karakter yang dicetuskan pada pertengahan 2016, terdapat lima nilai yakni religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.

    Kemendikbud melakukan kerja sama SMK dengan dunia industri sebagai bagian dari revitalisasi SMK. Juga dilakukan penyesuaian kurikulum SMK dengan industri, dengan harapan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sebanyak 2.660 guru SMK juga telah dilatih untuk meningkatkan kompetensi di bidang vokasi.

    Untuk zonasi, Kemendikbud membuat sebanyak 2.580 zona pendidikan, yang bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan pendidikan, mulai peningkatan kualitas pendidikan, kualitas guru hingga pemerataan distribusi guru berbasiskan zonasi.

    "Saya berharap program-program itu terus dilanjutkan pada periode berikutnya," kata Muhadjir Effendy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.