Paten Samsung Ungkap Smartphone Lipat Baru, Galaxy S11?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung dikabarkan telah mematenkan desain ponsel lipat terbaru. (patentlyapple.com)

    Samsung dikabarkan telah mematenkan desain ponsel lipat terbaru. (patentlyapple.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam paten yang dikeluarkan oleh PatentlyApple, Samsung telah mengungkapkan serangkaian desain ponsel lipat pengganti Galaxy Fold yang memalukan karena kesalahan teknis.
     
    Smartphone tersebut diduga Samsung Galaxy S11, demikian dikutip Forbes, baru-baru ini. Samsung juga mengungkapkan bahwa sedang menyiapkan smartphone Galaxy yang jauh lebih radikal.
     
    Gambar paten tersebut yang paling menonjol menunjukkan desain lipat menghadap ke depan seperti Huawei. Dan yang banyak dirasakan adalah format yang diadopsi Samsung pada Galaxy Fold asli. Samsung juga telah melemparkan beberapa desain yang benar-benar eksentrik, termasuk desain rollable dan tab. 

    Desain yang cukup cerdik adalah tab dapat dilepas dan digunakan untuk menambah penyimpanan tambahan, kapasitas baterai atau bahkan tombol perangkat fisik ke smarrtphone. Desain tersebut belum pernah terlihat dan digunakan oleh merek lain.

    Itu merupakan paten terbaru Samsung yang benar-benar mendapatkan perubahan radikal. Kabarnya, Samsung berencana mengintegrasikan kamera menghadap ke depan di bawah layarnya pada 2020. Menurut bocoran dari orang dalam smartrphone akan menggunakan teknologi layar New Infinity.

    Meskipun demikian, dugaan itu akan menjadi Samsung Galaxy S11 masih belum jelas. Smartphone baru itu akan mengemas kamera inovatif, desain yang ditingkatkan, peningkatan kinerja besar, memori generasi berikutnya, sensor sidik jari super dan pemrosesan gambar yang fokus pada AI. Samsung juga menyiapkan beberapa teknologi baterai baru yang revolusioner.

     
    FORBES | PATENTLY APPLE



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.