Perkuat Jurnalistik, Google News Initiative Innovation Kembali Digelar

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. REUTERS/Andrew Wong

    Foto ilustrasi. REUTERS/Andrew Wong

    TEMPO.CO, Jakarta - Google News Initiative Innovation Challenge kembali digelar. Event kedua ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pembaca berita.

    "Kegiatan ini untuk mendorong jurnalis yang kuat dan penting untuk memahami inti dari segi bisnis Google Search dan Ads, karena bergantung pada konten yang dibuat," ujar Vice President of News Google Richard Gingras melalui video conference di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Tahun lalu, Google News Initiative Innovation Challenge pertama sebagai bagian dari komitmen Google membantu mengembangkan bidang jurnalistik di era digital dengan total bantuan sebesar US$ 300 juta. Di Google News Initiative Innovation pertama, Google mendanai 23 proyek (termasuk dua dari Indonesia) yang fokus mendiversifikasi pembaca di wilayah Asia Pasifik.

    Saat itu Google News Initiative Innovation Challenge diadakan di Amerika Utara, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Turki, serta menerima lebih dari 1.300 pengajuan proyek dari 77 negara - dan baru-baru ini  telah memilih 64 proyek lagi untuk didanai.

    "Kami tertarik mendengar ide-ide kreatif seputar keterlibatan pembaca, tapi tidak terbatas pada program personalisasi, analitik, audio, dan loyalitas. Innovation Challenge terbuka untuk organisasi dari berbagai ukuran, startup, LSM, penyiar, penerbit berita tradisional hingga freelancer," kata Gingras.

    Tantangan akan fokus pada proyek kreatif yang meningkatkan keterlibatan pemirsa untuk penyedia berita. Google akan mendanai proyek terpilih hingga US$ 250 ribu dan akan membiayai hingga 70 persen dari total biaya proyek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.