Soal Data, Edward Snowden Serang Facebook, Google, Amazon

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edward Snowden berbicara di Web Summit, Lisbon, melalui rekaman video. Kredit: Reuters

    Edward Snowden berbicara di Web Summit, Lisbon, melalui rekaman video. Kredit: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Edward Snowden telah mengkritik raksasa internet Google, Amazon, dan Facebook terkait penyalahgunaan data pribadi dan berpendapat orang perlu memahami ancaman privasi terhadap mereka, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 5 November 2019.

    Sudah enam tahun sejak Snowden mengungkapkan kegiatan pengawasan massal National Security Agency yang mengerikan kepada publik. Sekarang dia percaya perusahaan teknologi yang harus disalahkan atas penyalahgunaan data.

    Snowden mengklaim perusahaan-perusahaan tersebut membuat populasi rentan dengan mengumpulkan data pribadi yang kemudian mereka sediakan untuk pemerintah dalam 'penawaran Faustian' atau 'kesepakatan dengan iblis'.

    Muncul di Web Summit di Lisbon melalui tautan video pada hari Senin, 5 November, Snowden mengatakan bahwa orang-orang 'marah pada orang yang tepat karena alasan yang salah' dan mempertanyakan legalitas praktik pengumpulan data, lapor CNET.

    “Orang-orang ini terlibat dalam penyalahgunaan, terutama ketika Anda melihat Google dan Amazon, Facebook dan model bisnis mereka,” ujar Snowden.

    “Dan meskipun demikian, menurut mereka, itu legal. Apakah kita berbicara tentang Facebook atau NSA, kita telah melegalkan penyalahgunaan orang tersebut melalui personal," ujar Snowden.

    Pada 2013 Snowden, seorang mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional memutuskan untuk beralih dari komunitas intelijen AS menjadi pengungkap fakta yang memicu debat nasional tentang tingkat pengawasan pemerintah oleh badan-badan intelijen yang berusaha menghindari terulangnya serangan 11 September.

    Pejabat intelijen yang melakukan penilaian tahunan terhadap kerusakan dari pengungkapan Snowden mengatakan dokumen akan terus mengalir ke domain publik selama bertahun-tahun yang akan datang.

    Berbicara di acara itu, Snowden mendiskreditkan pengenalan GDPR di Uni Eropa dengan menyebutnya sebagai 'macan kertas' karena sangat sedikit denda atas penyalahgunaan data telah ditegakkan, meskipun denda besar US$ 57 juta dikeluarkan untuk Google dan US$ 230 juta untuk British Airways, lapor CNET.

    Snowden menyerukan untuk mendesain ulang dasar-dasar internet agar orang tidak diminta untuk mempercayai dan mengungkapkan begitu banyak informasi kepada setiap perusahaan secara online. Ia menambahkan bahwa 'kita adalah satu-satunya hal yang dapat melindungi kita'.

    DAILY MAIL | CNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.