Tiga Hujan Meteor Hiasi Langit November

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    Sebuah meteor melesat melintasi langit selama puncak hujan meteor Perseid di Prijedor, Bosnia dan Herzegovina 12 Agustus 2019. Hujan meteor Perseid akan berlangsung hingga 24 Agustus.. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Bandung - Selain musim hujan, November juga musim hujan meteor. Bulan ini akan ada tiga hujan meteor yang puncaknya pada 12, 17, dan 22 November 2019.

    Hujan meteor Taurid Utara akan tampak datang dari rasi Taurus dan mencapai puncaknya pada 12 November. Muncul sejak 20 Oktober hingga 10 Desember, saat malam puncak bakal ada lima meteor yang melesat setiap jam dengan perkiraan laju 29 kilometer per jam.

    Mengutip dari laman komunitas astronomi Langit Selatan Bandung, rasi Taurus terbit setelah matahari terbenam dan bisa diamati sampai fajar menyingsing. “Posisi rasinya di arah timur mata angin,” kata Avivah Yamani penggiat komunitas astronomi itu, Jumat, 8 November 2019. Bulan purnama akan menjadi faktor utama polusi cahaya yang mengganggu pengamatan.

    Kemudian pada 17-18 November 2019 merupakan puncak hujan meteor Leonid. Hujan meteor tahunan dari rasi Leo itu berlangsung 6 – 30 November. “Pengamat yang berburu Leonid bisa melihat 15 meteor per jam,” katanya.

    Meteornya berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle. Pengamat baru bisa melihatnya setelah rasi Leo terbit tengah malam pada pukul 00:19 WIB di arah timur.

    Sementara puncak hujan meteor alpha Monocerotids akan terjadi pada 22 November pukul 23:00 WIB. Berlangsung sejak 15 – 25 November hujan meteor itu muncul dari rasi Canis Minor di arah timur.

    Hujan meteor itu berasal dari puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish). Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor α-Monocerotid pada pukul 04:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.