Puncak Hujan Meteor Orionid Malam Ini, Begini Cara Menontonnya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meteor Orionid. bgboydphoto.com

    Meteor Orionid. bgboydphoto.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Hujan meteor Orionid akan mencapai puncaknya pada 21-22 Oktober 2019, demikian dilaporkan American Meteorological Society. Orionid dikenal kecerahan dan kecepatannya, saat muncur dengan kecepatan 148.000 mil per jam.

    Orionid dapat dilihat di belahan utara dan selatan, dan seluruh AS dapat menyaksikan pertunjukan langit selama berjam-jam setelah tengah malam. Menurut Space.com, meteor berada pada kondisi terbaiknya sekitar jam 5 pagi. Pengamat langit bisa melihat antara 10 hingga 20 meteor per jam selama puncaknya.

    Orionid muncul setiap Oktober ketika Bumi melakukan perjalanan melalui area ruang yang penuh dengan puing-puing dari Komet Halley. Hujan meteor ini mendapatkan namanya dari rasi bintang Orion. Orion bukan sumber hujan meteor, tapi radiasi, titik di langit dari mana Orionid tampaknya berasal.

    Untuk menonton Orionid, disarankan jauh dari cahaya kota yang terang dan membiarkan mata hingga 30 menit untuk terbiasa dengan kegelapan. "Jika berbaring, arahkan kaki Anda ke tenggara jika Anda berada di belahan bumi utara atau timur laut, jika Anda berada di belahan bumi selatan," tulis NASA dalam websitenya

    Hujan meteor ini biasanya aktif dari 2 Oktober hingga 7 November, dan akan ada kondisi tampilan optimal minggu ini jika kondisi cuacanya mendukung. Jika melewatkannya malam ini Selasa, Rabu pagi juga bisa menjadi kesempatan menonton yang menyenangkan.

    CBSNEWS | SPACE.COM | AMERICAN METEOROLOGICAL SOCIETY

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.