Gempa Pangandaran Masih Berlanjut Sabtu Pagi, Kekuatan M=4,1

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik bermagnitudo 4,1 kembali terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu pagi pukul 08:19:39 WIB. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

    BMKG mencatat sumber gempa di koordinat 8.2 LS - 107.89 BT. “Tepatnya berada di laut pada jarak 86 kilometer barat daya Pangandaran,” kata staf BMKG Hendro Nugroho, Sabtu 9 November 2019 lewat keterangan tertulis.

    Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 26 kilometer. “Akibat aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam ke bawah lempeng Eurasia,” ujar Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang itu.

    Lindu dirasakan di wilayah Pangandaran dengan skala intensitas II - III MMI. Getaran terasa di dalam rumah seakan ada truk yang lewat.

    Sebelumnya pada Jumat sore 1 November lalu di Pangandaran terjadi gempa bermagnitudo 4,9 pada pukul 15.38 WIB. Sumber gempa berkoordinat 8.16 LS - 107.89 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 84 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Sumber gempa berkedalaman 31 kilometer.

    Sehari sebelumnya Kamis pagi 31 Oktober gempa Pangandaran bermagnitudo 4,8 dirasakan hingga Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa warga juga melaporkan getaran gempa di Tasikmalaya dan Ciamis.

    Lokasi sumber gempa berada di titik koordinat 8.23 LS - 108.25 BT. Tepatnya di laut berjarak 64 kilometer arah barat daya Kabupaten Pangandaran.

    Sumber gempa berkedalaman 31 kilometer. Tergolong dangkal, gempa akibat aktivitas di bagian intraslab lempeng Eurasia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.