Elon Musk: Chip Neuralink Bisa Atasi Skizofrenia dan Autisme

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elon Musk mengatakan kemungkinan 70 persen dirinya akan pindah ke Mars. Kredit: Engadget

    Elon Musk mengatakan kemungkinan 70 persen dirinya akan pindah ke Mars. Kredit: Engadget

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain SpaceX dan Tesla, Elon Musk memiliki perusahaan teknologi bernama Neuralink. Musk percaya bahwa teknologi saraf garapan Neuralink bisa memecahkan penyakit skizofrenia dan autisme.

    Berbicara di podcast Artificial Intellegence dengan Lex Fridman, yang diterbitkan Selasa, 12 November 2019, Musk ditanya apa yang menurutnya menjadi dampak paling menarik yang ia ramalkan untuk perusahaannya Neuralink, demikian dikutip Business Insider, baru-baru ini.

    "Jadi Neuralink, saya pikir awalnya akan menyelesaikan banyak penyakit yang berhubungan dengan otak. Bisa apa saja, autisme, skizofrenia, kehilangan memori, seperti semua orang mengalami kehilangan memori pada titik-titik tertentu. Misalnya orang tua tidak mengingat anak-anak mereka, nama dan hal semacam itu," jawab Musk.

    Ilustrasi desain Neuralink. Chip itu berada di belakang telinga, sementara elektroda dimasukkan ke dalam otak. Kredit: Neuralink/YouTube

    Tujuan Neuralink adalah mengembangkan chip AI yang dapat ditanamkan di otak seseorang, di mana ia akan mampu merekam aktivitas otak dan berpotensi menstimulasinya.

    Tidak jelas apa yang dimaksud Musk dengan menyelesaikan autisme, yang bukan penyakit tapi cacat perkembangan. Namun, menurut Masyarakat Autistik Nasional Inggis, autisme bukan penyakit dan tidak dapat disembuhkam.

    Seringkali orang merasa autis adalah aspek fundamental dari identitas mereka. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia mencirikan skizofrenia sebagai gangguan mental yang parah.

    Musk mendirikan Neuralink pada 2016, dan untuk beberapa tahun pertama keberadaannya, perusahaan itu relatif tertutup. Tahun ini perusahaan tersebut lebih vokal dengan menerbitkan buku putih pada Juli tentang desain chip otaknya, dan Elon Musk dengan bersemangat mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah memulai pengujian pada monyet.

    Musk sebelumnya mengatakan bahwa teknologi itu dapat digunakan untuk mengobati kondisi neurologis seperti Alzheimer dan Parkinson. Dia juga mengatakan kepada Fridman bahwa itu dapat digunakan untuk memecahkan kerusakan kritis pada otak atau sumsum tulang belakang.

    Namun, kata Musk, tujuan akhirnya adalah untuk menggabungkan kesadaran manusia dengan kecerdasan buatan (AI). "Neuralink dimaksudkan untuk mengatasi risiko eksistensial terkait kecerdasan super digital. Kami tidak akan bisa lebih pintar dari pada komputer super digital, jadi karena itu jika Anda tidak bisa mengalahkan mereka, bergabunglah dengan mereka," kata Musk kepada Fridman.

    BUSINESS INSIDER | UK NATIONAL AUSTISTIC SOCIETY | WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.