4 Ekor Badak Jawa Lahir, Populasi di TNUK Meningkat Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UJUNG KULON

    UJUNG KULON

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat ekor Badak Jawa telah lahir di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, kata Kepala Balai TNUK Anggodo.

    TNUK mengetahui kelahiran badak itu dari monitoring populasi Badak Jawa dengan menggunakan video trap.

    "Hasilnya, pada tahun 2019 sampai bulan September kemarin, telah lahir anak Badak Jawa sebanyak 4 individu, yang terdiri dari dua betina, satu jantan dan satu belum bisa diidentifikasi," kata Anggodo kepada Tempo, Jumat, 13 Desember 2019.

    Badak jawa, atau badak bercula-satu kecil merupakan anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak bernama latin Rhinoceros sondaicus masih termasuk ke dalam genus yang sama dengan Badak India dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja.

    Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 meter dan tinggi 1,4–1,7 meter. “Sampai September 2019, jumlah Badak Jawa  72 ekor, yaitu terdiri dari 38 jantan, 33 betina dan 1 anak yang belum bisa diidentifikasi. Masing-masing terdiri dari 57 individu remaja sampai dengan dewasa dan 15 individu usia anak,” kata Anggodo.

    Badak Jawa termasuk salah satu mamalia besar terlangka di dunia serta dilindungi undang-undang di Indonesia. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mendeklarasikan statusnya sebagai Critically Endangered/CR) atau Kritis. Artinya, populasi badak Jawa di alam liar berada di ambang kepunahan.

    Hingga tahun 2019, jumlah tersebut merupakan angka tertinggi yang tercatat sejak tahun 1967, 1980, 1983, dan 2007 yang berjumlah 67 ekor. “Artinya kondisi habitat sampai saat ini masih bagus, terbukti bahwa setiap tahun sejak 2012 selalu terekam kelahiran Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon,” tutur Anggodo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.