Pecinta Astronomi Semarang Pantau Gerhana Matahari di Simpanglima

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses gerhana matahari annular yang terihat di langit Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Desember 2019. REUTERS/Lim Huey Teng

    Proses gerhana matahari annular yang terihat di langit Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Desember 2019. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Semarang - Himpunan Astronomi Amatir Semarang memantau gerhana matahari parsial di Lapangan Simpanglima Kota Semarang, Kamis, 26 Desember 2019. Fenomena gerhana matahari juga terjadi di Kota Semarang dengan kadar ketertutupan 68 persen.
     
    Para pecinta astronomi tersebut menyiapkan dua teleskop untuk memantau gerhana. Dua tenda didirikan di lapangan Simpanglima dalam kegiatan itu. "Agar aman, kita pasang juga filter matahari," kata anggota Himpunan Astronomi Amatir Semarang, Dwi Lestari.
     
    Menurut Dwi, puncak gerhana matahari di Kota Semarang akan terjadi pukul 12.48 dan akan berakhir pukul 14.28. Selain untuk anggota komunitas, warga umum juga diperbolehkan mengamati gerhana dengan alat mereka.
     
    Hasil pengamatan tahapan gerhana juga akan diabadikan dalam bentuk foto. Foto itu kemudian akan diunggah di media sosial komunitas tersebut. "Akan kami posting beserta penjelasannya," kata dia.
     
    Dwi mengungkapkan, komunitasnya sengaja melakukan pengamatan gerhana di Lapangan Simpanglima agar menarik perhatian masyarakat umum. Ia berharap masyarakat juga ikut bergabung melihat proses terjadinya gerhana.
     
    "Kita ingin mempopulerkan ilmu astronomi ke masyarakat. Kita di sini juga memberi tahu bagaimana cara mengamati gerhana yang benar," tutur Dwi.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.