Polisi Sita Offset Harimau Sumatera dari Pemilik Lamborghini

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyita hewan awetan diduga jenis Harimau Sumatera dari rumah pengemudi Lamborghini yang menjadi tersangka penodongan pelajar SMA dengan senjata api, Kamis (26/12/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    Anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyita hewan awetan diduga jenis Harimau Sumatera dari rumah pengemudi Lamborghini yang menjadi tersangka penodongan pelajar SMA dengan senjata api, Kamis (26/12/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menyita satwa dilindungi yang diawetkan (offset) di antaranya harimau sumatera  dari pengemudi Lamborghini yang menodongkan pistol pada dua pelajar SMA. 

    Anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyita satwa-satwa dilindungi diiawetkan tersebut dari rumah tersangka di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Desember 2019.

    Jenis offset yang disita yakni satu ekor Harimau Sumatera, dua kepala rusa jenis Bawean, burung Cendrawasih. Selain itu, tersangka AM juga menyimpan offset buaya muara diduga dari perairan Amerika.

    Pada saat dilakukan penyitaan, Polisi menghadirkan tersangka AM yang mengenakan baju tahanan Polres Jakarta Selatan .

    Polisi juga menghadirkan petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta untuk melakukan penyitaan.

    Penyitaan offset hewan yang dilindungi tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes  Bastoni Purnama dan Kasat Reskrim Kompol Andi Sinjaya Ghalib.

    Atas temuan tersebut tersangka AM  dikenai pasal pidana terkait kepemilikan atau menyimpan offset satwa yang dilindungi.

    Tersangka AM dikenai UU No. 5 tahun 1990  konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya terutama diatur dalam  Pasal 21 ayat (2) huruf b tentang kepemilikan satwa dilindungi dalam keadaan mati. "Tersangka AM terancam pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta sesuai ketentuan yang diatur dalam undang-undang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.