Sepupu Raffi Ahmad Bawa Pulang Harimau Bonbin, BKSDA: Sudah Izin

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor Harimau Benggala (Panthera Tigris Bengalensis) bernama Kartini menerkam boneka kuda zebra yang diisi daging saat dilatih kemampuan berburunya di Bali Zoo, Gianyar, Bali, Senin 29 Juli 2019. Kegiatan tersebut untuk mempertahankan prilaku asli satwa langka tersebut sekaligus untuk menyajikan atraksi wisata bertepatan dengan Hari Harimau Sedunia (International Tiger Day). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Seekor Harimau Benggala (Panthera Tigris Bengalensis) bernama Kartini menerkam boneka kuda zebra yang diisi daging saat dilatih kemampuan berburunya di Bali Zoo, Gianyar, Bali, Senin 29 Juli 2019. Kegiatan tersebut untuk mempertahankan prilaku asli satwa langka tersebut sekaligus untuk menyajikan atraksi wisata bertepatan dengan Hari Harimau Sedunia (International Tiger Day). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Bandung - Sepupu artis Raffi Ahmad yaitu Alshad Ahmad memamerkan hewan peliharaan terbarunya lewat video di kanal YouTube. Hewan itu adalah seekor Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) yang disebutnya “kucing oren.” 

    Alshad mengunggah video berdurasi 15 menit 46 detik itu pada 30 Desember 2019 dan belakangan viral karena ramai diperbincangkan. Isi video menggambarkan kedatangan seekor harimau  berkelamin jantan. Harimau diberi nama Eshan itu diangkut truk bertulisan Kebun Binatang Bandung. 

    Diturunkan di kediaman Alshad di Bandung, harimau ditempatkan di sebuah kandang besi. Di sebelahnya ada taman jembar yang juga berjeruji besi hijau tua. “Jadi satwa (harimau benggala) ini adalah satwa utama di sini,” kata Alshad dalam videonya.

    Setelah ada pihak-pihak yang mempertanyakan isi video itu, Kepala BKSDA Jawa Barat Ammy Nurwati angkat bicara. Menurutnya, Alshad sudah mengajukan permohonan izin untuk memelihara Harimau Benggala koleksi kebun binatang (bonbin) lewat badan hukum miliknya yang bernama PT Taman Satwa Eksotik.

    “Itu bukan lembaga konservasi tapi tempat penangkaran,” ujar Ammy kepada wartawan dan perwakilan organisasi lingkungan dan konservasi satwa liar di kantornya, Senin 6 Januari 2020. 

    Pengajuan izin, diterangkannya, diterima BKSDA Jawa Barat. Bersama izin pemeliharaan disertakan pula rencana perolehan indukan Harimau Benggala. Asalnya dari Kebun Binatang Bandung.

    Staf BKSDA Jawa Barat, kata Ammy, lalu memeriksa kelayakan sarana dan prasarana pemohon. Secara administrasi, ajuan Alshad dinilai sesuai. “Karena itu Kepala BKSDA Jabar melegalkan permohonan tersebut,” ujar Ammy.

    BKSDA, kata Ammy menambahkan, juga melakukan tes DNA ke LIPI untuk memastikan jenis harimau yang diminta Alshad untuk dipelihara. “Bahwa itu bukan Harimau Sumatera,”kata Ammy.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.