Kerap di Atap Masjid, Surili Belum Berhasil Ditangkap

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berhasil mengambil foto monyet langka surili yang terlihat berkeliaran di atap masjid di Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu 19 Januari 2020. (Ahmad Fikri/Ist.)

    Warga berhasil mengambil foto monyet langka surili yang terlihat berkeliaran di atap masjid di Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu 19 Januari 2020. (Ahmad Fikri/Ist.)

    TEMPO.CO, Cianjur - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah I Jawa Barat, memasang dua perangkap dan alat pendeteksi untuk menangkap surili yang berkeliaran di Desa Sukarharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Surili adalah jenis monyet endemik yang sudah langka dan pernah dijadikan maskot PON XIX pada 2016. 

    "Kami memasang dua perangkap di tempat yang kerap kali surili terlihat. Kami akan terus melakukan pencarian dan mengevakuasi primata langka endemik Jawa Barat itu," kata Kepala Seksi BBKSDA Wilayah II Bidang Wilayah I Jawa Barat, Nur Lestari di Cianjur, Senin 20 Januari 2020.

    Saat ini, Nur mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah tempat. Mereka hendak memastikan keberadaan surili yang beberapa hari lalu sempat terlihat berkeliaran di atas atap mesjid di desa setempat.

    Ia menjelaskan, BBKSDA belum bisa memastikan apakah surili tersebut merupakan peliharaan yang lepas atau terpisah dari kelompoknya di hutan. Ketidakpastian karena Kecamatan Cibeber bukan habitat monyet-monyet tersebut.

    "Besar kemungkinan mereka berada di Desa Sukaraharja karena banyak pohon buah, sehingga mereka betah berada di sana," katanya.

    Untuk membantu pencarian, Camat Cibeber Ali Akbar mengatakan telah mengeluarkan imbauan pada warga melalui aparat desa agar tidak memburu surili. Monyet tersebut ditegaskan hewan dilindungi. 

    "Kami banyak menerima laporan warga yang melihat keberadaan surili tersebut secara terpisah di beberapa desa," katanya sambil menambahkan, "Harapan kami dapat segera dievakuasi karena dikhawatirkan ada yang memburu atau menembak primata tersebut." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.