Dimusuhi Amerika, Huawei Gandeng TomTom Pengganti Google Maps

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei Vs Google. REUTERS/Dave Paresh/Philippe Wojazer

    Huawei Vs Google. REUTERS/Dave Paresh/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan menginstall Google telah memaksa Huawei untuk memulai kemitraan dengan pengembang navigasi TomTom. Kerja sama tersebut merupakan kemitraan untuk aplikasi baru di ponsel Huawei sebagai pengganti Google Maps.

    Pelarangan itu buntut pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menempatkan perusahaan asal Cina itu dalam daftar hitam perdagangan pada Mei 2019. Artinya perusahaan-perusahaan Amerika harus meminta izin pemerintah sebelum berurusan dengan Huawei. 

    Amerika menuduh Huawei bertindak sebagai saluran spionase pemerintah Cina, meskipun telah dibantah Huawei. Tapi Google akhirnya memotong akses seluruh layanannya pada ponsel-ponsel baru Huawei yang akan datang

    Mengutip laman Reuters, TomTom lebih dikenal pembuat sistem navigasi di mobil. Seorang juru bicara Huawei mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan dengan perusahaan asal Belanda membangun aplikasi peta untuk ponsel Huawei telah dicapai beberapa waktu lalu, dan  tidak memberikan jangka waktu tertentu. 

    Sementara juru bicara TomTom mengatakan bahwa TomTom Maps APIs sudah bisa digunakan melalui portal pengembang Huawei. “TomTom Maps APIs adalah konten peta, dan layanan lalu lintas,” ujarnya kepada Business Insider.

    Saat ini, smartphone lama pabrikan asal Negeri Tirai Bambu itu masih menjalankan Android dan memiliki akses ke aplikasi Google. Sedangkan model andalan baru seperti Mate 30 dan P40 mendatang berjalan pada versi open-source Android dan tidak memiliki aplikasi Google yang sudah diinstal sebelumnya, termasuk Google Maps.

    Huawei juga telah menggembar-gemborkan sistem operasi bawaannya, Harmony OS. Tapi para eksekutifnya telah tak satu kata tentang kapan Harmony ada di jeroan ponsel Huawei. Pada November tahun lalu, wakil presiden senior, Vincent Pang, mengatakan bahwa mereka siap dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.

    REUTERS | BUSINESS INSIDER 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.