Ini Penyebab Banjir Rendam Ribuan Rumah di Bandung Selatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menembus banjir luapan Sungai Citarum naik rakit dari kasur udara, Jumat, 24 Januari 2020. Sejumlah desa di kawasan Bandung Selatan kembali digenangi banjir sejak semalam kendati pengerukan dan pembuatan danau dan floodway di DAS Citarum telah dikerjakan. TEMPO/Prima Mulia

    Warga Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menembus banjir luapan Sungai Citarum naik rakit dari kasur udara, Jumat, 24 Januari 2020. Sejumlah desa di kawasan Bandung Selatan kembali digenangi banjir sejak semalam kendati pengerukan dan pembuatan danau dan floodway di DAS Citarum telah dikerjakan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan hujan intensitas sedang selama dua hari berturut-turut menyebabkan banjir merendam ribuan rumah di Bandung Selatan sepanjang akhir pekan ini. Curah hujan itu sudah cukup untuk membuat sungai meluap.

    Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan intensitas hujan pada Jumat dan Sabtu, 23 dan 24 Januari 2020, berkisar 16 hingga 41,7 milimeter per hari. Data itu berasal dari dua pos pemantauan di Baleendah dan Bandung. "Tergolong hujan ringan hingga sedang," ujarnya Minggu, 26 Januari 2020.

    Dia menerangkan pola sebaran angin pada ketinggian 3000 kaki yang menunjukkan adanya daerah konvergen sehingga mendukung suplai awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat. Pertumbuhan awan hujan masih didukung adanya pemanasan pada pagi hingga siang hari. K ondisi itu  aktivitas pertumbuhan awan hujan konvektif dengan jenis Cumulus padat dan Cumulonimbus.

    Kepala Seksi Kedaruratan dan Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, juga mengatakan intensitas hujan hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. "Lalu
    suplai air lebih dominan dari Sungai Citarum dan Cikapundung," kata dia.

    BPBD mengerahkan 5 unit perahu karet, 7 unit perahu fiber, 3 unit perahu alumunium, dua tenda peleton. Kemudian logistik mi instan 35 dus, air mineral 50 dus, selimut 78 lembar, paket sembako 50 paket dan 59 lembar matras.

    Budi mengatakan hingga Minggu pagi tercatat lima kecamatan yang terendam banjir, yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, dan Majalaya. Selain meluas, jumlah ribuan rumah yang tergenang terus bertambah sejak Jumat. "Ketinggian banjir berkisar 10 sentimeter hingga dua meter," ujarnya.

    Total, hunian 11.659 kepala keluarga atau 40.844 jiwa terendam banjir. BPBD Jabar mencatat 7.638 rumah terendam, pun 13 sekolah, dan 32 tempat ibadah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.