Suspek Virus Corona Asal Cina Keluar dari RS Hasan Sadikin

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Setelah dua orang suspek virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung dinyatakan negatif, seorang di antaranya telah pulang.

    Lelaki warga negara Cina berinisial HGI, 35 tahun, keluar dari RS Hasan Sadikin Rabu 29 Januari 2020. Sementara seorang suspek lainnya masih menjalani perawatan di ruang isolasi infeksi khusus.

    Direktur Utama RS Hasan Sadikin Nina Susana Dewi mengatakan pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan kedua pasien suspek virus Corona dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Secara resmi keduanya dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona. “Semoga masyarakat tidak gelisah,” katanya, Kamis 30 Januari 2020.

    Ketua Tim Infeksi Khusus Yovita Hartantri mengatakan pasien berinisial HGI asal Cina sudah dipulangkan Rabu sore 29 Januari 2020. Sejak masuk dirawat Ahad, 26 Januari lalu, kondisinya terus membaik. Pasien rujukan RS Cahya Kawaluyaan itu mengalami infeksi saluran pernafasan atas yang akut (mendadak dan memburuk). 

    Sementara pasien suspek kedua HA, 20 tahun, asal Bandung masih harus menjalani di ruang isolasi infeksi khusus. Kondisinya, menurut Yovita, membaik. “Sudah tidak sesak tapi masih pakai alat batu pernafasan,” ujarnya.

    Ketika datang Ahad lalu HA mengalami kejang hingga tak sadarkan diri. Pasien baru sadar dua hari lalu. Badannya sudah tidak demam, namun masih perlu perawatan lanjut di rumah sakit. “Karena pneumonia atau infeksi paru-paru,” kata dia.

    Penyebabnya selain virus Corona yang telah dinyatakan negatif, menurut Yovita, bisa dari virus lain seperti influenza dan bakteri lain. Awalnya diduga akibat terinfeksi bakteri sehingga pasien juga diobati dengan antibiotik. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kultur dahaknya,” ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.