Facebook: Lebih dari Separuh Populasi Indonesia Belanja Online

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belanja Online

    Belanja Online

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi yang dilakukan Facebook menunjukkan bahwa konsumen digital di Indonesia tumbuh dari 64 juta atau 34 persen dari total populasi pada tahun 2017, menjadi 102 juta atau 53 persen dari total populasi pada 2018. Indonesia menyumbang pertumbuhan belanja online di Asia Tenggara yang diperkirakan masih akan melambung hingga 2025 mendatang.

    "Dengan kenaikan angka konsumen digital ini, pertumbuhan belanja online di Indonesia juga diprediksi tumbuh 3,7 kali dari US$ 13,1 miliar pada 2017, menjadi US$ 48,3 di 2025," kata Edy Wijaya dari Bain & Company, mitra Facebook dalam studi itu, Rabu 19 Februari 2020.

    Konsumen digital di Asia Tenggara sendiri telah tumbuh dari 90 juta pada 2015 menjadi 250 juta pada 2018 (2,8 kali lipat). Mereka masih terus bertambah dan diyakini jumlahnya menjadi 310 juta pada 2025.

    Kepala Pemasaran untuk Facebook Indonesia Hilda Kitti menerangkan, studi lanjutan dari Emerging Middle Class itu dilakukan pada 2018. Mereka mensurvei 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, serta mewawancarai lebih dari 30 CEO dan pemodal di wilayah tersebut.

    Hasilnya menunjukkan bagaimana dunia digital memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis dan ecommerce di Asia Tenggara termasuk Indonesia. "Kelas menengah di Asia Tenggara akan mendominasi 70-80 persen dari pertumbuhan konsumen digital pada 2025," kata Hilda.

    Di Indonesia, dia menambahkan, sebanyak 66 persen responden mengatakan terbuka untuk memilih merek lain atau akan membeli berbagai merek saat belanja online. "Artinya, seluruh skala bisnis, memiliki peluang besar untuk bersaing dalam cakupan yang lebih besar di Asia Tenggara," kata dia lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.