Huawei Pastikan Stok Ponselnya Aman dari Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan depan Huawei Mate Xs saat dibentangkan. Huawei meluncurkan ponsel layar lipat tersebut di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020. (ANTARA/Arindra Meodia)

    Tampilan depan Huawei Mate Xs saat dibentangkan. Huawei meluncurkan ponsel layar lipat tersebut di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020. (ANTARA/Arindra Meodia)

    TEMPO.CO, JakartaHuawei memastikan stok ponselnya di pasar Indonesia tak terdampak wabah virus corona. “Enggak ada isu itu. Saya enggak tahu di negara lain, saat ini sih kami masih bisa under control,” ujar Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia, Lo Khing Seng, usai peluncuran Huawei Mate Xs di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

    Lo Khing Seng mengatakan bahwa Huawei telah melakukan antisipasi wabah virus yang bermula dari Wuhan, Cina, itu. Dia menyebut, standar keselamatan diterapkan dengan ketat sehingga sampai saat ini tidak karyawan Huawei yang terinfeksi virus mematikan bernama COVID-19 itu. 

    Lebih jauh, Lo Khing Seng mengatakan bahwa peluncuran ponsel lipat terbaik Huawei Mate Xs menjadi bukti bahwa rantai pasokan Huawei tidak terdampak wabah virus tersebut. Dibanderol harga Rp 8 juta, Huawei Mate Xs diklaim membawa peningkatan dari sisi layar dari seri pendahulunya yang telah dirilis November lalu. 

    Huawei Mate XS. Ponsel layar lipat ini dirilis di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020. (CONSUMER.HUAWEI.COM)

    Huawei Mate Xs merupakan ponsel pintar layar ganda yang memiliki layar utama berukuran 6,6 inci dan layar kedua sebesar 6,38 inci. Ketika lipatan dibuka, ponsel pintar berubah menjadi tablet berukuran 8 inci.

    Huawei Mate Xs dibekali dengan Kirin 990 5G yang koneksi 2G, 3G, 4G, maupun 5G NSA dan SA. SoC ini juga mendukung sepenuhnya spektrum 5G dan 5G+4G Dual Sim Dual Standby.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.