5 PDP Corona Meninggal di RS Hasan Sadikin Bandung

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (rshs.or.id)

    Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (rshs.or.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengumumkan perkembangan kasus pasien terkait virus Corona di tempatnya, Senin malam 23 Maret 2020. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal bertambah.

    “Jadi secara keseluruhan PDP yang meninggal di RSHS sampai saat ini berjumlah lima orang,” kata Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Hasan Sadikin, M. Kamaruzzaman lewat rekaman video, Senin malam.

    Pasien terbaru yang meninggal itu disebutkan seorang lelaki berusia 47 tahun. Waktu meninggalnya Ahad 22 Maret 2020 pukul 15.46 WIB. Identitas, riwayat perjalanan, dan lokasi tinggal pasien tidak disebutkan.

    Hingga Senin 23 Maret 2020 pukul 18.00, kata Kamaruzzaman, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 10 dibanding kemarin hingga sekarang total menjadi 27 orang di ruang isolasi. “Untuk PDP yang positif untuk saat ini belum ada penambahan sehingga tetap berjumlah tujuh orang,” ujarnya.

    Adapun PDP yang terkonfirmasi positif dan sembuh serta telah menjalani perawatan di RSHS Bandung berjumlah dua orang, yaitu laki-laki berusia 31 tahun dan perempuan 17 tahun. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) yang diperiksa RSHS masih bertambah oleh 33 pasien baru hingga totalnya kini berjumlah 222 orang.

    RSHS Bandung merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien dalam pengawasan di Jawa Barat. Mengutip data terbaru dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat, Senin, 23 Maret 2020, hingga pukul 15.30, jumlah warga yang positif Corona 59 orang.

    Pasien yang sembuh lima orang, sementara yang meninggal sembilan orang. Jumlah total pasien dalam pengawasan (PDP) 385 orang, di mana 292 orang masih dalam pengawasan, sisanya 93 orang dinyatakan selesai pengawasan.

    Adapun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih proses pemantauan 1.404 orang dari total 2.519 orang, sisanya telah selesai pemantauan.

     ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.