COVID-19, Lebih dari 100 Negara Minta Bantuan ke Korea Selatan

Reporter

Anggota staf medis menunggu kedatangan pengunjung di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Prosedur pengambilan sampel ini dinilai praktis karena hanya berlangsung kurang dari 10 menit. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Seoul - Korea Selatan menerima permintaan dari 121 negara untuk membantu penyediaan alat tes cepat atau rapid test kit virus corona COVID-19. Cara Korea menghambat penyebaran virus itu menuai pujian negara-negara tersebut.

Korea Selatan dikenal melakukan pengujian cepat secara massif yang didukung pelacakan riwayat kontak orang-orang secara intensif. Negara ini sempat menciptakan wabah terbesar di luar Cina. Keberhasilan strategi Korea berbuntut permintaan bantuan yang sekarang terjadi.

"Kami mendapat begitu banyak permintaan dari berbagai negara lantaran kami telah memiliki pengalaman sejak awal wabah. Jumlah negara, yang kini mencapai 121, meningkat setiap harinya," kata seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 1 April 2020.

Korea Selatan lalu membentuk satuan tugas untuk menentukan bagaimana  dapat memberikan bantuan kepada negara-negara itu. "Baik dengan ekspor alat tes atau bantuan kemanusiaan lainnya."

Pejabat tersebut tidak menyebutkan nama negara. Namun produsen alat tes Korea Selatan memilik kontrak untuk mengirimkan pasokan bagi negara-negara bagian di Amerika Serikat serta berbagai negara di dunia, termasuk Italia.

Staf medis melepaskan pakaian pelindungnya setelah shift kerjanya berakhir di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Fasilitas ini disebut efektif karena dapat menguji banyak orang dalam waktu singkat tanpa harus menimbulkan kerumunan orang, dan ada risiko infeksi yang lebih rendah karena dilakukan di dalam kendaraan pengunjung. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Untuk Amerika Serikat, Presiden Donald Trump pekan lalu meminta Korea Selatan memasok perangkat medis dan berjanji akan membantu perusahaan Korsel mengantongi persetujuan dari badan pengatur di AS.

Perusahaan bioteknologi Korea Selatan yang menyuplai alat tersebut menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan. Kuota di sejumlah perusahaan terkemuka berjumlah hampir tiga kali lipat sejak awal tahun ini.

Kesibukan perusahaan-perusahaan itu bertambah setelah beberapa negara kecewa dengan kualitas alat uji maupun alat pelindung diri yang diimpor dari Cina. Mereka kini beralih berpaling ke Korea.

REUTERS 






AS Tembak Balon Mata-Mata Cina dengan Satu Misil

4 jam lalu

AS Tembak Balon Mata-Mata Cina dengan Satu Misil

Pesawat tempur militer Amerika Serikat (AS) menembak jatuh yang diduga balon mata-mata Cina di lepas pantai South Carolina pada Sabtu.


Final Road to UFC: Jeka Saragih Vs Anshul Jubli, Pendekar Wushu Lawan Guru Matematika di Las Vegas

6 jam lalu

Final Road to UFC: Jeka Saragih Vs Anshul Jubli, Pendekar Wushu Lawan Guru Matematika di Las Vegas

Jeka Saragih Vs Anshul Jubli, pertarungan di final Road to UFC diselenggarakan dui Las Vegas, Amerika Serikat, Ahad 5 Februari 2023 pukul 11.00 WIB.


Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

19 jam lalu

Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

Amerika Serikat melihat ada pesawat yang diduga balon mata-mata Cina yang dicurigai melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.


ASEAN Sepakat Kebut Dialog Pedoman Etik Laut Cina Selatan

1 hari lalu

ASEAN Sepakat Kebut Dialog Pedoman Etik Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk mempercepat pembahasan code of conduct Laut Cina Selatan.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

1 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

1 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


CIA Ingatkan Jangan Anggap Remeh Ambisi Xi Jinping Invasi Taiwan

2 hari lalu

CIA Ingatkan Jangan Anggap Remeh Ambisi Xi Jinping Invasi Taiwan

Direktur Badan Intelijen Pusat AS William Burns menyebut ambisi Presiden China Xi Jinping terhadap Taiwan tidak boleh diremehkan.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

2 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

2 hari lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Hong Kong Undang Kedatangan Pelancong dengan Tawarkan 500 Ribu Penerbangan Gratis

2 hari lalu

Hong Kong Undang Kedatangan Pelancong dengan Tawarkan 500 Ribu Penerbangan Gratis

Hong Kong telah menutup diri selama hampir tiga tahun terakhir dalam upaya untuk menangkal Covid-19.