FKUI: Semprotan Disinfektan Tak Bunuh Virus Corona di Dalam Tubuh

Warga keluar dari dalam bilik disinfektan di kawasan Blok M, Jakarta, Ahad, 29 Aaret 2020. WHO menganjurkan tenaga medis untuk mandi dan mengganti baju seusai bekerja untuk menghindari penyebaran virus corona. ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam menerangkan bahwa penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia tidak akan membunuh virus corona yang sudah masuk ke dalam tubuh. Sehingga, menurutnya, hal tersebut sia-sia dilakukan jika tujuannya mencegah penyebaran COVID-19.

Dalam diskusi online bertajuk ‘Salah Kaprah Penyemprotan Disinfektan dalam Perangi COVID-19’ yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, dokter spesialis penyakit dalam itu menjelaskan bahwa virus corona menular dari satu orang ke orang lain itu melalui droplet, percikan dari berbicara keras, batuk dan bersin.

“(Menular) dalam jarak satu meter melalui droplet. Artinya, penyemprotan alkohol atau klorin tidak akan menghilangkan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Jadi, sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor,” kata dia dalam diskusi yang dilakukan melalui WhatsApp itu, Minggu malam, 5 April 2020.

Selain itu secara tidak langsung, jika droplet yang mengandung virus tersebut jatuh ke meja, sakelar lampu, gagang telepon, gagang pintu, atau lokasi yang biasa disentuh orang, maka hal itu juga bisa menjadi sumber penularan. Sehingga benda tersebutlah yang seharusnya disemprotkan disinfektan.

Menurut Ari, yang terpenting adalah masyarakat harus memperhatikan tangannya agar tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga menyentuhnya. “Tangan yang belum jelas sudah menyentuh apa saja, disarankan untuk tidak menyentuh mulut, hidung, atau mata, karena berpotensi bisa menularkan,” tutur lulusan master di bidang biologi molekular University of Queensland, Australia, itu.

Guru besar ilmu penyakit dalam FKUI itu kembali menegaskan agar penyemprotan disinfektan hanya perlu dilakukan di tempat-tempat yang berpotensi menularkan virus. “Selain tempat yang berpotensi jadi sarang virus, juga bisa disemprotkan di rumah pasien positif COVID-19 dan sekitarnya, termasuk pasien dalam pengawasan, dan orang dalam pemantauan,” kata Ari.






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

3 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.