Warga Nunukan Bersiap Terima Banjir Kiriman dari Malaysia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Desember 2019. Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, presiden menggunakan motor custom Kawasaki W175. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Desember 2019. Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, presiden menggunakan motor custom Kawasaki W175. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Nunukan - Warga Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mulai mewaspadai banjir kiriman dari negara tetangga Malaysia bersamaan meningkatnya intensitas hujan belakangan ini. Soal banjir menjadi fokus kedua warga setempat setelah soal wabah COVID-19.

    Pelaksana tugas Camat Pansiangan, Lumbis, mengatakan mendapatkan informasi dari kerabatnya di wilayah Sabah, Malaysia, bahwa muka air sungai di hilir mulai naik sejak beberapa hari ini. Kiriman tambahan debit itu yang ditudingnya berada di balik banjir tahunan di wilayah tersebut. 

    Salah satu permukiman warga di Desa Salang Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan yang terendam banjir kiriman dari Malaysia. ANTARA/ Dokumen

    Sungai Talangkai di wilayah Sepulut Negeri Sabah mengalir melalui dan mengalir ke Pampangon terus ke Sungai Logongon dan Pegalungan. Selanjutnya memasuki wilayah Indonesia melalui Labang, Sungai Pansiangan, di Kecamatan Pansiangan, terus menuju Sungai Sembakung yang berada di muara Selat Makassar.

    Lumbis meminta kepada warganya dan warga Kecamatan Sembakung agar waspada banjir meskipun air pada sejumlah sungai yang mengarah ke Sungai Sembakung masih normal. Beberapa sungai yang mengarah ke Sungai Sembakung adalah Sungai Sumentobol, Sungai Samalat, Sungai Sumalumung, Sungai Saludan, Sungai Senalad, Sungai Sungoi, Sungai Ubol dan Sungai Sedongan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.