Lepas Ventilator 2 Hari Setelah Terima Plasma Darah Pasien Corona

Reporter

Editor

Erwin Prima

Li Xue (kanan), seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di bangsal ICU rumah sakit tersebut. Xinhua/Xiao Yijiu

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pasien virus corona dilaporkan berhasil lepas dari ventilator hanya dua hari setelah menerima plasma darah orang yang telah pulih dari virus tersebut dalam sebuah percobaan oleh para ilmuwan.

Dalam percobaan pertama, yang ingin melihat apakah antibodi orang yang telah berhasil melawan virus dapat membantu orang lain melakukan hal yang sama, itu menemukan bahwa 10 pasien yang sakit parah mengalami pemulihan yang cepat.

Dilaporkan Telegraph baru-baru ini, pengobatan yang dikenal sebagai terapi convalescent plasma (CP) itu digunakan selama pandemi Flu Spanyol 1918 sebelum tersedia vaksin atau antivirus.

Pengobatan itu berdasar pada fakta bahwa darah orang yang telah pulih mengandung antibodi kuat yang dilatih untuk melawan virus. Saat ini tidak ada pengobatan untuk corona, dan vaksin tidak mungkin tersedia sampai akhir tahun.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong mengatakan temuan itu menyimpulkan terapi plasma darah adalah pengobatan yang aman dan menjanjikan bagi pasien Covid-19 yang parah. Mereka menyerukan uji klinis yang lebih besar.

Namun, para ahli Inggris mengatakan studi yang lebih besar diperlukan untuk memastikan bahwa pengobatan itu aman dan efektif sebelum diluncurkan secara luas.

"Ini bukan uji coba secara acak dan semua pasien juga menerima perawatan lain, termasuk antivirus seperti remdesivir, yang saat ini dalam uji coba untuk Covid-19," ujar Sir Munir Pirmohamed, presiden British Pharmacological Society.

Sir Munir menambahkan bahwa penting juga untuk diingat bahwa ada masalah keamanan potensial di sekitar perawatan ini, termasuk penyakit yang terjadi melalui transfusi. "Bahkan jika terbukti berhasil, skalabilitas untuk mengobati sejumlah besar pasien dapat menjadi masalah," tambahnya.

Studi percontohan, yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, itu melibatkan 10 pasien, berusia antara 34 dan 78 tahun, yang menunjukkan gejala parah seperti sesak napas dan nyeri dada.

Semua menerima transfusi dosis 200ml plasma darah dan para peneliti mengatakan semua gejala klinis, yang juga termasuk demam dan batuk, mereda dalam waktu tiga hari. Fungsi hati dan paru-paru pasien, serta kadar oksigen darah, juga ditemukan meningkat.

Jumlah sel darah putih yang melawan penyakit - limfosit - juga meningkat, dan tingkat antibodi tetap tinggi setelah transfusi CP, kata para peneliti.

Seorang pria berusia 42 tahun, yang sakit parah dan menggunakan ventilator, kembali bernapas bebas setelah dua hari, sesuatu yang "luar biasa" menurut para ilmuwan.

Food and Drug Administration (FDA) di AS menyetujui penggunaan terapi CT sebagai pengobatan eksperimental dalam uji klinis, dan untuk pasien kritis tanpa pilihan lain. Di Inggris, telah dilaporkan bahwa NHS dapat mulai memberikan terapi itu kepada pasien rumah sakit dalam waktu dekat.

TELEGRAPH






MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

19 jam lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

22 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

1 hari lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

4 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

4 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

6 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

7 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

7 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.