Diperbesar 2 Juta Kali, Ini Momen Virus Corona Serang Sel Sehat

momen virus corona menginfeksi sel sehat dalam sampel di laboratorium di bawah perbesaran mikroskop dua juta kali oleh tim peneliti Oswaldo Cruz Foundation, Brazil. Dailymail

TEMPO.CO, Jakarta - Tim ahli dari Oswaldo Cruz Foundation di Brazil merilis gambar-gambar virus corona COVID-19 saat menyerang sel sehat. Gambar diambil menggunakan mikroskop elektron yang kuat, sambil tim peneliti mempelajari cara replikasi dan penyebaran virus penyebab pneumonia akut tersebut.

Virus yang dijadikan obyek gambar adalah yang diisolasi dari sampel swab yang dikumpulkan dari hidung dan tenggorokan pasien yang terinfeksi. "Sel-sel yang terinfeksi kemudian dibawa ke laboratorium di mana mereka diperiksa di bawah mikroskop elektron untuk menangkap momen infeksi," bunyi pernyataan tertulis tim ahli itu, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Kamis, 9 April 2020.

Mikroskop yang digunakan memungkinkan untuk memperbesar objek hingga dua juta kali ukuran normal. Itu memungkinkan tim peneliti untuk masuk jauh ke dalam sel dan melihat gerak gerik si virus.

Dalam satu rangkaian gambar tersebut, terlihat banyak partikel virus mematikan mulai mencoba memasuki sel. Gambar lainnya memperlihatkan beberapa partikel virus yang mencoba menginfeksi sel sitoplasma sel, tempat menyimpan materi genetik.

Dalam gambar lain, partikel virus telah menginfeksi sel, titik di mana pada manusia mereka dikatakan telah menangkap virus. Gambar itu berbentuk bintik-bintik gelap yang dianggap menunjukkan virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19.

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

Lembaga penelitian Brasil, Fiocruz, mengatakan sel-sel yang digunakan dalam penelitian itu berasal dari monyet hijau Afrika, bukan dari manusia. Kultur sel dari monyet hijau Afrika, suatu spesies primata yang ditemukan di Sudan dan Etiopia, sering digunakan dalam tes laboratorium.

Lembaga-lembaga penelitian di seluruh dunia sedang mempelajari virus itu dengan sangat terperinci untuk mencari tahu cara menghentikannya. Saat ini tidak ada obat atau vaksin untuk virus yang diperkirakan telah melompat dari kelelawar (zoonosis) itu.

Karena ini adalah virus yang sepenuhnya baru, para peneliti membutuhkan sebanyak mungkin informasi tentang patogen untuk menghasilkan vaksin

DAILY MAIL | FIOCRUZ






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

3 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

1 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cuaca Buruk Tunda Penerbangan di Manado, Vaksin

Topik tentang penerbangan di Bandara Manado tertunda akibat hujan dan angin kencang menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

1 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.