Puluhan Warga New York Terpapar Disinfektan Akibat Komentar Trump

Reporter

Editor

Erwin Prima

Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 20 April 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah besar warga New York menghubungi otoritas kesehatan kota karena kekhawatiran bahwa mereka telah menelan disinfektan berupa pemutih atau pembersih rumah tangga lainnya dalam 18 jam setelah klaim Presiden Trump bahwa menyuntikkan produk-produk semacam itu dapat menyembuhkan virus corona.

Poison Control Center (PDC), sebuah subagensi dari Departemen Kesehatan kota, menangani total 30 kasus kemungkinan terpapar disinfektan antara pukul 9 malam Kamis dan pukul 3 sore Jumat, kata seorang juru bicara, sebagaimana dilaporkan Daily News, Jumat, 24 April 2020.

“Tak satu pun dari orang-orang yang menghubungi PDC meninggal atau membutuhkan rawat inap,” kata juru bicara PDC. Tetapi dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah kasus itu layak untuk diwaspadai.

Menurut data yang diperoleh The News, Poison Control Center hanya menangani 13 kasus serupa dalam periode 18 jam yang sama tahun lalu.

Selain itu, dari kasus yang dilaporkan antara Kamis dan Jumat, sembilan secara khusus tentang kemungkinan paparan Lysol. “Sepuluh berkenaan dengan pemutih dan 11 tentang pembersih rumah tangga pada umumnya,” kata juru bicara itu.

Dalam periode 18 jam tahun lalu, tidak ada kasus yang dilaporkan tentang paparan Lysol dan hanya dua yang secara khusus berkaitan dengan pemutih, data menunjukkan.

Selama pengarahan virus corona Kamis malam di Gedung Putih, Trump menyarankan dokter mungkin dapat menyembuhkan virus corona dengan menyuntikkan disinfektan seperti pemutih langsung ke paru-paru pasien mereka.

"Karena Anda melihatnya masuk ke paru-paru dan jumlah yang sangat besar di paru-paru sehingga akan menarik untuk memeriksa bahwa ... Kedengarannya menarik bagi saya," kata Trump.

"Saya mengatakannya dengan sarkastis," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Terlepas dari pembelaan sarkasme Trump, lembaga kesehatan dan darurat menanggapi komentarnya dengan serius dan memperingatkan orang-orang agar tidak mendengarkan presiden.

"Agar lebih jelas, disinfektan tidak dimaksudkan untuk tertelan baik melalui mulut, telinga, dengan menghirupnya dengan cara atau bentuk apa pun," tweeted Komisaris Kesehatan Kota New York Oxiris Barbot. "Melakukan hal itu dapat menempatkan orang pada risiko besar."

Seorang juru bicara Gedung Putih menolak ketika diminta komentar pada Jumat malam tentang lonjakan warga New York dalam kasus-kasus kemungkinan keracunan produk rumah tangga setelah komentar Trump.

"Media telah kehilangan kendali dengan kesalahan karakterisasi mereka dan tajuk berita aneh tentang apa yang dikatakan presiden, dan sama sekali mengabaikan bahwa dia secara konsisten menekankan bahwa orang Amerika harus berkonsultasi dengan dokter mereka mengenai perawatan virus corona," kata juru bicara Gedung Putih, Judd Deere.

NEW YORK DAILY NEWS






Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

3 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.