Kasus Pertama Covid-19 Prancis Bisa Jadi Petunjuk Awal Pandemi

Lansia 61 tahun di Paris sembuh dari virus corona. Dia memberikan motivasi kepada pasien yang lain agar jangan menyerah. Sumber: Reuters Africa

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan Prancis menunjukkan bahwa seorang pria terinfeksi Covid-19 pada 27 Desember bisa menjadi petunjuk kapan dan di mana virus itu muncul. Menariknya, kasus itu ditemukan hampir sebulan sebelum Prancis mengkonfirmasi kasus pertamanya.

Penelitian itu dipimpin oleh Yves Cohen, Kepala Resusitasi di rumah sakit Avicenne dan Jean Verdier. Dia menguji ulang sampel dari 24 pasien yang diobati pada bulan Desember dan Januari. Mereka telah dites negatif untuk flu sebelum Covid-19 berkembang menjadi pandemi.

Hasilnya, studi mengungkap bahwa satu pasien--pria berusia 42 tahun yang lahir di Aljazair dan tinggal di Prancis selama bertahun-tahun dan bekerja sebagai penjual ikan--telah terinfeksi Covid-19. "Itu satu bulan sebelum kasus pertama yang dilaporkan di negara kami," bunyi penelitian itu, seperti dikutip laman Reuters, Selasa, 5 Mei 2020.

Menanggapi penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Antimicrobial Agents itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa hasil itu tidak mengejutkan. Juru bicara WHO Christian Lindmeier menerangkan bahkan mungkin juga ada banyak kasus yang sebenarnya lebih awal bisa ditemukan.

"Sebaiknya negara-negara lain juga memeriksa catatan untuk kasus pada akhir 2019, ini akan memberi dunia gambaran baru dan lebih jelas mengenai wabah tersebut," kata Lindmeier.

Pakar independen mengatakan temuan itu membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Jonathan Ball, profesor virologi molekuler di University of Nottingham, Inggris, mengatakan bukan tidak mungkin bahwa itu adalah pengantar awal, "tapi bukti itu tidak konklusif," dia menambahkan.

Sementara menurut Stephen Griffin, ahli dari Institut Penelitian Medis University of Leeds, itu adalah temuan yang berpotensi penting. "Kita harus berhati-hati ketika menafsirkan temuan ini," kata Griffin.

Cohen mengatakan di televisi Prancis pada hari Senin, 4 Mei, bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pasien itu, yang perjalanan terakhirnya ke Aljazair pada Agustus 2019, merupakan 'pasien nol' Prancis.

Namun, mengidentifikasi pasien yang terinfeksi pertama menjadi minat epidemiologis yang besar karena mengubah secara dramatis pengetahuan para ahli tentang SARS-COV-2 dan penyebarannya di negara ini.

"Tidak adanya hubungan dengan Cina dan kurangnya perjalanan baru-baru ini menunjukkan bahwa penyakit ini sudah menyebar di antara populasi Prancis pada akhir Desember 2019," ujar Cohen.

Prancis, tempat hampir 25.000 orang meninggal akibat Covid-19 sejak 1 Maret, mengkonfirmasi tiga kasus pertamanya pada 24 Januari, termasuk dua pasien di Paris dan satu lagi di Bordeaux.

Rowland Kao, profesor epidemiologi hewan dan ilmu data dari University of Edinburgh, mengatakan bahwa bahkan jika terkonfirmasi, identifikasi Covid-19 yang positif pada bulan Desember tidak selalu merupakan indikasi bahwa penyebaran Covid-19 dari Prancis dimulai saat itu.

"Jika terkonfirmasi, yang disoroti oleh kasus ini adalah kecepatan di mana infeksi yang dimulai di bagian dunia yang tampaknya terpencil dapat dengan cepat menyebarkan infeksi di tempat lain," tuturnya.

REUTERS | INTERNATIONAL JOURNAL OF ANTIMICROBIAL AGENTS






Perdana Menteri Prancis Tawarkan Reformasi Usia Pensiun yang Lebih Longgar

7 jam lalu

Perdana Menteri Prancis Tawarkan Reformasi Usia Pensiun yang Lebih Longgar

Perdana Menteri Prancis menawarkan reformasi pensiun yang lebih lunak yakni warga yang bekerja di usia lebih muda, boleh pensiun lebih awal.


Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

22 jam lalu

Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

Muhammad Mardiono mengklaim antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2024 masih dingin.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

1 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

Kini virus H5N1 atau flu burung tidak hanya mematikan unggas, tetapi juga mulai menginfeksi hewan mamalia. Simak penjelasan lebih lanjut seputar virus H5N1 ini.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

1 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Waspadai Cacingan, Cegah Anak Main Tanah Sembarangan

1 hari lalu

Waspadai Cacingan, Cegah Anak Main Tanah Sembarangan

IDAI menyebut tanah menjadi media utama cacing untuk menularkan infeksi yang menyebabkan cacingan pada anak.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

1 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Bos Mafia Italia Ditangkap di Prancis, Menyamar Jadi Chef Pizza

1 hari lalu

Bos Mafia Italia Ditangkap di Prancis, Menyamar Jadi Chef Pizza

Seorang bos mafia Italia ditangkap di Prancis setelah buron 16 tahun ketika penyamarannya sebagai chef pizza terbongkar.


Bekas Pembalap Jean-Pierre Jabouille Meninggal, Formula 1 Berduka

1 hari lalu

Bekas Pembalap Jean-Pierre Jabouille Meninggal, Formula 1 Berduka

Tim Alpine Formula 1, yang didukung Renault, menyatakan sangat terpukul dengan wafatnya mantan pembalap Jean-Pierre Jabouille.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

2 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

3 hari lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .