Ini Spesifikasi PCR Kit Covid-19 yang Diluncurkan Jokowi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bandung - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meluncurkan produk hasil pengembangan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang digagas Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Satu di antaranya adalah Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kit.

    Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, mengatakan, RT-PCR kit itu masuk dalam kategori screening dan diagnosis untuk mendeteksi Sars CoV 2, virus penyebab Covid-19, yang menjadi standar dalam pemeriksaan pasien penyakit tersebut. Sri Harsi mengatakan, produk tersebut saat ini sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.

    “Tugas dari Bio Farma adalah untuk melakukan validasi, registrasi, produksi dan juga distribusi,” kata Sri Harsi Teteki, dikutip dari rilis Bio Farma, Rabu 20 Mei 2020. 

    Bio Farma akan memproduksi di tahap awal sebanyak 100 ribu kit hingga akhir Mei 2020 ini. Produk tahap pertama itu akan didonasikan pada BNPB yang selanjutnya akan didistribusikan pada laboratorium yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan pemeriksaan konfirmasi Covid-19 yang berada di 45 lokasi.

    Distribusi RT-PCR produksi Bio Farma tahap pertama saat ini sudah dikirim ke 16 laboratorium mengikuti rekomendasi BNPB dan Kementerian Kesehatan, mengikuti peta epidemiologi kasus Covid-19. Laboratorium yang menerima donasi RT-PCR kit tersebut harus memiliki standar teknis antara lain memiliki fasilitas Bio Safety Level (BSL) 2, PCR Open System, dan sudah pernah melakukan analisa sampel Covid-19.

    Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Hasibuan (kanan) bersama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kiri) menyaksikan petugas Kemenkes mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab tenggorokan pasien terduga COVID-19 di Laboratorium Rumah Sakit USU Medan, Sumatera Utara, Kamis 16 April 2020. (ANTARA/Septianda Perdana)

    "Produksi tahap kedua baru akan masuk fase komersialisasi," katanya. Tentang ini, Menristek Bambang Brodjonegoro memastikan harga yang lebih murah dengan kualitas setara alat impor.

    Bio Farma mengklaim, RT-PCR ini memiliki akurasi hampir 100 persen untuk mendeteksi Covid-19 karena didesain oleh target gen sesuai sequence virus yang ada Indonesia. Keunggulan lainnya, RT-PCR kit tersebut dirancang agar bisa digunakan oleh open system PCR sehingga bisa digunakan oleh mesin PCR mana pun.

    Produksi kit tersebut juga menerapkan GDP (Good Distribution Process) mengikuti standar WHO, di mana dalam pengantaran suhunya mengikuti prinsip sistem rantai dingin (cold chain system) mirip dengan pendistribusian vaksin umumnya. Bio Farma mengklaim, harganya komersialnya juga terjangkau, kendati tidak merincinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.