Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 18 Ribu Kasus OTG di DKI, Gerhana

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean warga yang akan melakukan rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Pemeriksaan COVID-19 dengan laboraturium berjalan ini dilakukan dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi positif atau tidaknya COVID-19 pada seseorang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Antrean warga yang akan melakukan rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Pemeriksaan COVID-19 dengan laboraturium berjalan ini dilakukan dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi positif atau tidaknya COVID-19 pada seseorang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan sebanyak 18.420 orang terdeteksi positif Covid-19 namun tanpa gejala (OTG) di wilayahnya. Jumlah orang tanpa gejala itu diumumkan di antara data kasus positif, yang telah sembuh, meninggal, dan lainnya per 31 Mei 2020.

    Berita terpopuler selanjutnya, sejauh ini pandemi virus corona Covid-19 menyebabkan angka kematian di Amerika dan Eropa lebih tinggi daripada di bagian lain dunia. Menurut peta sebaran penularan virus itu yang dibuat Johns Hopkins University, lima negara asal dua benua itu menempati lima negara dengan kasus terbanyak yakni Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Inggris, dan Spanyol.

    Juga, sejumlah fenomena astronomi masih akan 'menghibur' manusia di Bumi selama bulan Juni. Setelah Mei lalu diwarnai peristiwa komet dan hujan meteor, pada Juni ini giliran gerhana matahari cincin bisa 'dinikmati' para pecinta langit, termasuk gerhana Matahari cincin.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Covid-19, DKI Temukan 18 Ribu Kasus Positif Orang Tanpa Gejala

    Antrean warga yang akan melakukan rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. Pemeriksaan COVID-19 dengan laboraturium berjalan ini dilakukan dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi positif atau tidaknya COVID-19 pada seseorang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan sebanyak 18.420 orang terdeteksi positif Covid-19 namun tanpa gejala (OTG) di wilayahnya. Jumlah orang tanpa gejala itu diumumkan di antara data kasus positif, yang telah sembuh, meninggal, dan lainnya per 31 Mei 2020.

    Data itu disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta lewat keterangan tertulis yang dibagikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti. “Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 18.420 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 15.446 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 10.781 orang,” kata Widyastuti, Minggu 31 Mei 2020.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dwi Oktavia membenarkan data OTG yang disampaikan tersebut. Dalam web resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berisi data kasus Covid-19, data OTG itu ditambahkan ke kelompok orang dalam pemantauan hingga seluruhnya berjumlah lebih dari 33 ribu ODP. Dari jumlah itu diklaim kalau 96 persen di antaranya telah selesai dipantau.

    2. 6 Faktor Kenapa Covid-19 Lebih Mematikan di Amerika dan Eropa

    Sejumlah jenazah pasien positif virus corona atau Covid-19 berada dalah sebuah truk di luar Rumah Sakit Wyckoff di Brooklyn, New York City, 4 April 2020. Kasus virus corona di Amerika Serikat mencapai 336.830 kasus. Handout via REUTERS

    Sejauh ini pandemi virus corona Covid-19 menyebabkan angka kematian di Amerika dan Eropa lebih tinggi daripada di bagian lain dunia. Menurut peta sebaran penularan virus itu yang dibuat Johns Hopkins University, lima negara asal dua benua itu menempati lima negara dengan kasus terbanyak yakni Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Inggris, dan Spanyol.

    Hingga Senin malam, 1 Juni 2020, Amerika Serikat mencatat 1.790.191 kasus infeksi dengan angka kematian 104.383 orang; Brasil 514.849 kasus, kematian 29.314; Rusia 414.878 kasus, kematian 4.855; Inggris 276.156 kasus, kematian mencapai 38.571; dan Spanyol tercatat 239.479 kasus, kematian 27.127.

    Sebagai pembanding, di Asia, India mencatat kasus terbanyak, totalnya 191.356, kematian 5.413 orang. Adapun Cina, negara pertama yang dilanda epidemi penyakit yang sama, melaporkan sekitar 83 ribu kasus infeksi dan 4.600 kematian.

    3. Fenomena Astronomi Juni: Ada Gerhana Matahari Cincin

    Gerhana matahari cincin yang terlihat di Siak, provinsi Riau, 26 Desember 2019. Fenomena gerhana matahari cincin merupakan fenomena langka yang terakhir kali melewati Indonesia pada 22 Agustus 1998 dan 26 Januari 2009. REUTERS/Willy Kurniawan

    Bulan berganti, sejumlah fenomena astronomi masih akan 'menghibur' manusia di Bumi. Setelah Mei lalu diwarnai peristiwa komet dan hujan meteor, pada Juni ini giliran gerhana matahari cincin bisa 'dinikmati' para pecinta langit, termasuk gerhana Matahari cincin.

     
    Bukan itu saja, Pusat Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendaftarkan sejumlah fenomena lain yang akan terjadi sepanjang bulan ini. Penjelasan diberikan melalui akun resmi Instagram-nya pada 30 Mei 2020.
     
    Total ada enam fenomena astronomi yang bisa diamati. Sebagian terjadi pada hari yang bersamaan. Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari @pussains_lapan.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.