Ini Penelitian Obat Corona dari Kombinasi Obat yang Sudah Ada

Reporter

Ilustrasi obat. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Surabaya, menyodorkan lima kombinasi antivirus dan antibiotik yang bisa digunakan sebagai obat Covid-19. Kelima kombinasi didapat dari hasil penelitian terhadap 14 regimen obat yang telah memiliki izin edar dari BPOM.

Kombinasi melibatkan di antaranya obat yang biasa digunakan untuk pasien HIV, radang sendi, dan malaria. Mereka adalah lopinavir-ritonavir-azithromycin, lopinavir-ritonavir-doksisiklin, hydroxychloroquine-azithromycin, dan hydroxychloroquine-doksisiklin.

Obat-obatan itu diramu mempertimbangkan efek inflamasi dan toksik, selain efektivitasnya membunuh virus corona Covid-19. Hasilnya, dalam uji preklinis atau kultur sel di laboratorium, lima kombinasi dianggap mampu membunuh virus corona, mengurangi jumlahnya dari ratusan bahkan ribuan menjadi tak terdeteksi sama sekali secara bertahap.

Ketua pusat penelitian dan pengembangan itu, Purwati, menerangkan obat yang diramu dari kombinasi-kombinasi itu tidak untuk diperjualbelikan ataupun digunakan secara bebas. Sedang ratusan obat yang sudah diproduksi pusat penelitian itu, katanya--seperti dikutip dari laman unair, “Akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan.”

Penelitian dengan cara kombinasi obat juga pernah dilakukan di Cina dan diungkap hasilnya International Journal of Antimicrobial Agents pada Maret lalu. Saat itu kombinasi hydroxychloroquine, dengan azithromycin alias zithromax atau azithrocin disebut bisa menekan durasi infeksi Covid-19 pada manusia.

Bukti awal untuk temuan tersebut didapat dari sebuah studi terbatas terhadap lebih dari 30 pasien Covid-2019. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang diobati dengan hydroxychloroquine, kombinasi obat itu dengan antibiotik, dan kelompok kontrol yang tidak menerima keduanya.

Hasil kombinasi yang didapat itu diakui masih harus diuji dengan kelompok pasien yang lebih besar. Pun dengan uji kombinasi tiga obat antivirus interferon beta-1b, lopinavir-ritonavir, dan ribavirin yang dilakukan terhadap 127 pasien di Hong Kong yang hasilnya diumumkan awal Mei lalu.

Hydroxychloroquine. Obat malaria dan radang sendi ini di antara sejumlah obat yang diuji klinis kepada pasien Covid-19 di sejumlah negara. ANTARA/Shutterstock/am

Dalam kelompok pasien tersebut, kombinasi ketiga obat itu juga ditemukan mampu mengurangi gejala dan mempersingkat infeksi virus corona Covid-19. Indikasinya adalah konsentrasi virus dan badai sitokin yang disebabkannya di paru-paru berkurang.

"Lebih lanjut, terapi tiga antivirus dengan cepat menghasilkan viral load negatif di semua spesimen, sehingga mengurangi infeksi pada pasien," bunyi hasil studi itu yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, seperti dikutip laman Fox News, Senin 11 Mei 2020.

Kelompok yang diberi kombinasi tiga obat itu dinyatakan negatif terhadap virus setelah tujuh hari dibandingkan dengan kelompok kontrol yang 12 hari. Kombinasi tiga obat juga meringankan gejala sepenuhnya dalam waktu empat hari, jauh lebih singkat daripada kontrol.

Interferon beta 1-b umumnya digunakan untuk mengobati multiple sclerosis, yang sudah teruji mampu mentimulasi sistem kekebalan tubuh pada paru-paru pasien asma dan penyakit kronis di organ itu. Sedang lopinavir-ritonavir dan ribavirin masing-masing digunakan untuk antivirus HIV dan Hepatitis C.






Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

14 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

1 hari lalu

Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

Polisi menyita 430 ribu butir obat palsu dan ilegal dari tangan para tersangka


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

1 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

2 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

2 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.