Peneliti: Buaya Prasejarah Mungkin Berjalan dengan 2 Kaki

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi crocodylomorph. Popularmecanics.com

    Ilustrasi crocodylomorph. Popularmecanics.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan di Scientific Reports, peneliti mengungkap jejak crocodylomorph yang menunjukkan nenek moyang buaya itu berjalan dengan dua kaki, tidak seperti beberapa dinosaurus.

    Para peneliti menganalisis fosil jejak besar milik Batrachopus dari periode Cretaceous yang tetap terawetkan dengan baik di Formasi Jinju Korea Selatan. 

    Fosil-fosil itu menggambarkan jejak sempit yang berukuran antara 7-9,5 inci dan menunjukkan bahwa crocodylomorph itu memiliki panjang tubuh dapat mencapai sekitar 10 kaki. Pembuat jejak juga meninggalkan jejak kulitnya, dan terlihat pada foto-foto fosil yang ditemukan.

    "Trek yang berusia antara 110-120 juta tahun mengungkapkan banyak tentang pembentukan Jinju," ujar Martin Lockley, salah satu penulis makalah seperti dikutip laman Popular Mechanics, Minggu, 21 Juni 2020.

    Selain itu, para peneliti mengatakan bahwa berdasarkan bukti fosil tidak mungkin jejak itu dibuat oleh binatang berkaki empat yang hanya tampak bipedal. Meskipun jejak tampaknya dibuat oleh hewan terestrial, para peneliti tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa crocodylomorph memiliki kemampuan akuatik.

    Lockley yang juga profesor di University of Colorado, Amerika Serikat itu, mengidentifikasi jejak ketika Kyung Soo Kim, penulis makalah utama, bertanya kepadanya mengenai penelitian awal jejak fosil itu.

    Ada spekulasi bahwa fosil dibuat oleh pterosaurus yang berjalan di darat, tapi Lockley segera membantahnya. "Saya segera melihat bahwa mereka adalah jenis yang dikenal sebagai Batrachopus," kata Lockley.

    Mata tajam Lockley juga memberi sedikit cahaya pada jejak misterius yang juga diyakini dibuat oleh pterosaurus di Gain-ri, situs Korea Selatan yang berbeda. Tampaknya hewan apa pun yang membuat jejak Gain-ri mungkin spesimen Batrachopus yang lebih kecil dan bukan pterosaurus yang hati-hati melewati lumpur agar sayapnya tidak kotor.

    Para peneliti berharap menemukan lebih banyak bukti fosil di daerah tersebut untuk membuktikan tanpa keraguan bahwa jejak ini memang dibuat oleh crocodylomorphs bipedal, yang berkembang dengan baik sepenuhnya atau semi-terestrial git.

    POPULAR MECHANICS | SCIENTIFIC REPORT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?